IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Sistem KSO dan JOB Eksplorasi Migas Perlu Dikaji Ulang

Sistem KSO dan JOB Eksplorasi Migas Perlu Dikaji Ulang

Written By Indopetro portal on Monday, 19 October 2015 | 15:38

indoPetroNews.com - PT. Pertamina (Persero) dituding belum menunjukkan kemandirian dalam mengelola sebuah blok migas jika masih menggunakan skema kerjasama operasi (KSO) dan Joint Operating Body (JOB).

"Dengan menggunakan pihak ketiga sebagai operator dengan sistem kerja sama operasi (KSO), ini perlu dikritisi betul, bisa dikesankan sudah tak lagi dimiliki negara," tegas Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW), M Adnan Rarasina, di Jakarta, Senin (19/10).

Adnan menjelaskan, dengan skema KSO/JOB maka pendapatan negara yang seharusnya lebih besar, justru akan tergerus karena harus bekerja sama dengan swasta alias pihak ketiga.

"Jelas ada potensi pendapatan negara yang berkurang karena sistem yang diterapkan Pertamina ini kan mereka bilang sendiri dana, SDM, dan teknologi sudah siap, kenapa tidak dikerjakan sendiri," ujar Adnan.

Ia khawatir, jika skema KSO/JOB yang selalu dipilih, maka akan dimanfaatkan oleh para pemburu rente dengan dalih kedekatan kekuasaan. Ia mengingatkan, jika dalam setiap kesempatan Pertamina mampu mengerjakan eksplorasi migas maka harus dibuktikan seperti dalam hal Blok Mahakam.

"Jika nanti kembali menggunakan KSO atau JOB harus hati-hati karena sharing yang saat ini 70 persen bagi Pertamina akan kembali berkurang karena harus kembali berbagi dengan pihak ketiga," ucapnya.

Disebutkan pula Adnan, pengeloaan blok migas oleh Pertamina yang sebagian besarnya memakai skema KSO/JPB maka investasi dan operatorship-nya akan dilakukan oleh para pihak. Keuntungan dari pengelolaan tentu akan berbagi pula dengan pihak lain.

"Terus dimana dong klaim gelar perusahaan energi kebanggaan dunianya kalau begitu. Sistem KSO ini akan jatuh kepada pihak-pihak tertentu apalagi pihak yang dekat dengan kekuasaan," sindir Adnan.

Sebelumnya pula, pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi menilai, kebiasaan Pertamina membagi sahamnya dengan pola KSO/JOB dinilai lantaran perseroan memang tidak percaya diri dalam mengelola blok-blok migas yang sulit.

"Saya melihatnya ada kesan Pertamina tidak percaya diri, karena sebelumnya tidak pernah diberi kesempatan, ketika dipercaya Pertamina kaget sehingga tidak siap," ujarnya. (ehs)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login