IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Hari Ini Harga Minyak Mentah Kembali Menguat

Hari Ini Harga Minyak Mentah Kembali Menguat

Written By Indopetronews on Thursday, 26 May 2016 | 07:43

indoPetroNews.com-Harga minyak mentah di pasar internasional pada Kamis (26/5/2016) kembali naik. Penyebabnya adalah estimasi stok minyak Amerika Serikat (AS) turun. Kenaikan harga minyak mendorong naiknya indeks sektor energi, dan turut menaikkan bursa saham dunia. Selain itu, estimasi naiknya Fed Rate di Juni atau Juli mengurangi permintaan obligasi AS. 

Ekspektasi investor naik sejak pekan lalu, semenjak bank sentral AS memberikan sinyal akan kenaikan suku bunga di Juni. Komentar dari para pemangku kebijakan dan membaiknya data perekonomian AS mendorong pandangan akan kenaikan tersebut.

Data badan energi AS memperlihatkan stok minyak mentah AS turun dan produsen memangkas produki minyaknya. Brent LCOc1 naik 1,13 dollar AS per barel ke level 49,74 dollar AS per barel.

Sementara minyak mentah AS CLc1 naik 94 sen ke level 49,56 dollar AS per barel. Dengan kenaikan harga minyak ini, saham dunia ikut terkerek. Dow Jones Industrial Average terkerek naik 145,46 poin atau 0,82 persen.

Indeks S&P naik 14,48 poin atau naik 0,7 persen. Dan Nasdaq composite naik 33,84 poin atau naik 0,7 persen.  Sementara indeks Eropa, FTSEUrofirst 300 naik 1,3 persen, dan menjadi kenaikan tertinggi sejak April. Saham perbankan naik di Eropa, sebab ada kesepakatan baru untuk utang Yunani.

Sementara itu, Direktur Reforminers Institute Pri Agung Rakhmanto menyebut ada peluang harga minyak bergerak di kisaran 60 - 70  dollar AS per barrel. "Sekarang ini kan ada perubahan konstelasi yang menyebabkan ada sentimen positif ke harga minyak, yaitu pengurangan suplai di pasar minyak dunia, kemudian adanya pergantian Menteri Perminyakan Arab Saudi," kata Pri Agung.

Menurut Pri Agung, perombakan di Arab Saudi yang menggeser Ali al-Naimi dari jabatan Menteri Perminyakan memberikan dampak serius terhadap sentimen kenaikan harga minyak dunia. "Karena pendekatan Arab Saudi terhadap pasar ini akan berubah. Mungkin akan lebih kompromistis dan tidak sekadar membanjiri suplai, makanya sentimennya positif," tandas Pri Agung. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login