IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » ExxonMobil Kreasikan Pelumas untuk Pemboran Migas

ExxonMobil Kreasikan Pelumas untuk Pemboran Migas

Written By Indopetronews on Thursday, 27 October 2016 | 12:39

indoPetroNews- Perusahaan pengeboran minyak dan gas (migas) membutuhkan energi pembangkit yang efisien. Apalagi harga minyak mentah masih berfluktuasi hingga saat ini.

“Agar perusahaan pengeboran migas dapat efisien, kita telah menciptakan Mobil Pegasus SHC. Ini synthetic product yang telah digunakan oleh site perusahaan kita di Amerika,” kata Sigit Wibowo, Vice President Industrial Business, ExxonMobil Lubricants Indonesia kepada wartawan di sela-sela acara Indometal Exhibition 2016 yang berlangsung dari 25 – 27 Oktober 2016 di JiExpo Kemayoran, Jakarta.

Selama pameran ini, ExxonMobil menampilkan jajaran produk pelumas unggulan serta Mobil Serv Lubricant Analysis (MSLA), layanan kelas dunia yang diluncurkan pada Juli 2016 lalu. MSLA adalah layanan terbaru untuk analisis pelumas online berbasis mobile.

Sigit juga menerangkan pihaknya telah men-develop lubricants agar dapat berusia panjang. “Kita ada Mobil Pegasus SHC. Sekarang sudah dipakai di salah satu site upstream kita di Amerika. Sudah berjalan 4 tahun olinya tidak diganti. Olinya dipakai terus, beban mesinnya juga maksimum dan pelumasnya masih baik,” paparnya.

Dia juga mengatakan bahwa kalau pelumas biasa setiap 2000 jam harus diganti. “Ini sudah running 35.000 jam lebih masih oke. Ini synthetic base dan kita develop adictive yang balance sehingga memang ekstrim,” tandas Sigit sembari mengimbuhkan Mobil Pegasus SHC telah digunakan di Jepang.

Menurut Sigit terdapat satu perusahaan pembuat mesin dari Jepang, yang menyarankan pemakaian oli Pegasus SHC untuk gas engine produknya. “Dengan penggunaan jenis oli ini akan terjadi penghematan 1% efisiensinya bila dibandingkan produk pelumas lainnya,” katanya.

Lebih jauh ia memaparkan jenis produk lubricants ini belum dipasarkan di lndonesia. “Produk ini masih relatif baru. Otomatis masih internal perusahaan yang coba gunakan,” katanya. Saat ini baru di Jepang digunakan untuk pembangkit listrik dan pengeboran migas.

Saat terjadi tsunami di Jepang, kata Sigit. pembangkit listrik nuklirnya harus di-shutdown.

“Saat itu terjadi krisis energi. Dan untuk membangkitkan PLTU secara cepat menggunakan gas engine. Apalagi harga gas juga mahal, karenanya mereka harus melakukan efisiensi. Dan Mobil Pegasus SHC digunakan agar dapat mereka bisa efisien dan berhemat,” tandasnya. (Sofyan)

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login