IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Irak Memberi Penawaran Langsung untuk Perusahaan-perusahaan Internasional

Irak Memberi Penawaran Langsung untuk Perusahaan-perusahaan Internasional

Written By Indopetronews on Tuesday, 25 October 2016 | 15:22

indoPetroNews- Menteri Perminyakan Irak akan bernegosiasi langsung dengan perusahaan minyak internasional (IOC) dan membawa ke konsorsium bidding (penawaran) yang akan datang untuk belasan lapangan ukuran kecil-ke-sedang yang berlokasi di Provinsi Central, Basra dan Misan.

Berdasarkan dokumen tender yang terdapat pada website kementerian dan yang dikutip oleh Reuters, beberapa perusahaan akan diizinkan untuk memberikan proposal mereka mengenai kontraktual, pernyataan komersial dan keuangan serta pengajuan persyaratan.

Kementerian telah melakukan pra-kualifikasi terhadap sembilan perusahaan dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam proses penawaran, termasuk di dalamnya enam perusahaan asal Jepang dan lainnya berasal dari Rusia, Itali dan Uni Emirat Arab.

Selanjutnya, perusahaan-perusahaan yang belum mendapat prakualifikasi masih dapat berpartisipasi dalam proses penawaran setelah membayar US$15.000 dan memberikan bukti kapasitas teknis dan keuangan mereka. Untuk membantu proses tersebut, kementerian telah menawarkan paket data senilai US$50.000.

Negosiasi langsung pemerintahan Irak ini menandakan adanya strategi di luar penawaran kontrak sebelumnya yang ditujukan untuk lapangan besar di daerah selatan milik negara, seperti Rumaila dan Majnoun. Kementerian Perminyakan membayar biaya dalam nilai tukar dolar untuk setiap barel minyak yang diproduksi sebagai bagian persetujuan berdasarkan pelayanan yang disepakati oleh masing-masing pihak.

Terjunnya harga minyak sejak 2014 memaksa Irak menerima pendapatan yang lebih sedikit sementara tetap membayar biaya produksi berdasarkan kontrak sebelum 2014 seperti BP, Shell dan Lukoil. Oleh karena itu, kementerian mengupayakan negosiasi ulang perjanjian tersebut untuk membuat dana yang fleksibel terhadap pasar yang fluktuatif dan untuk mendorong IOC untuk membayar saham lebih besar ketika harga sangat rendah

Senin lalu (24/10) merupakan titik terendah dalam seminggu atas keinginan pemerintahan Irak agar dapat bebas dari rencana pembatasan produksi oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Menteri Perminyakan Jabbar Al-Luaibi mengatakan bahwa Irak masih akan terus terlibat dalam bentrokan oleh kelompok militan ekstrim; maka dari itulah, Irak tidak dapat mengikuti apapun persyaratan output OPEC yang disetujui pada November 30. (Gadih)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login