IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » LNG, Solusi Alternatif Pendistribusian Gas Alam ke Seluruh Pelosok Indonesia

LNG, Solusi Alternatif Pendistribusian Gas Alam ke Seluruh Pelosok Indonesia

Written By Indopetronews on Thursday, 27 October 2016 | 10:58

indoPetroNews- Peran gas bumi semakin meningkat akhir-akhir ini seiring dengan tumbuh-kembangnya pembangunan industri di Tanah Air. Namun tingginya permintaan tidak diimbangi dengan upaya pendistribusian gas sehingga tidak sedikit daerah tidak mendapat pasokan gas. Apa solusinya?

“Untuk wilayah yang luas, teknologi sekarang yang paling mungkin adalah LNG (Liquefied Natural Gas). Karena itu saya ingin orang-orang SKK Migas, bisnis partner yang ada di KKKS, dan kawan-kawan yang lain, betul-betul paham tentang LNG supaya kita bisa men-deliver gas ke daerah yang memang membutuhkan gas. Tentunya delivery gas bisa macam-macam. Dan yang paling cocok saat ini adalah LNG,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi, Rabu (26/10/2016) di Jakarta.

Dalam konteks energi, energi sebagai komoditas, lanjut Amien, gas dalam bentuk LNG akan semakin penting perannya dalam menunjang pembangunan ekonomi, baik untuk lingkungan domestik maupun lingkungan internasional. Oleh karena itu, katanya, kegiatan-kegiatan terkait pengelolaan LNG, mulai dari perencanaan, konstruksi kilang, pengolahan operasional hingga pemilihan teknologi terkini yang digunakan menjadi hal yang sangat penting.

Amien mengakui bahwa dengan semakin meningkatnya peran gas bumi dan bauran energi primer nasional, utilisasi metode LNG akan semakin meningkat untuk mengatasi distribusi gas bumi ke seluruh pelosok Indonesia.

“LNG ini penting. Contoh konkrit Papua. Gas dari Tangguh sudah banyak diambil untuk domestik maupun ekspor bertahun-tahun tapi tidak ada gas yang bisa di-deliver ke Jayapura, Manukwari, Sorong, Fakfak, Timika, Raja Empat dan lain-lainnya. Menurut saya, kita di upstream oil and gas, mindset-nya ada yang kurang. Jadi, gas dari Papua Barat tapi kota-kota di Papua Barat sendiri tidak bisa menerima gas bumi tersebut,” tegas Amien.

Dia menyakini bahwa SKK Migas mempunyai sejumlah expert yang bisa diandalkan. “Sebagian dari mereka adalah the best expert di negeri ini. Tapi saya ingin keseluruhan tim SKK Migas, tim yang di KKKS yang relevan, juga paham LNG. Karena menagani produk kita, untuk delivery-nya dengan metode LNG ini tidak bisa dilakukan hanya oleh satu-dua orang. Ini harus dilakukan oleh satu teamwork,” tuturnya.

Seorang insinyur, imbuh Amien, bisa dengan mudah mengubah gas menjadi LNG. “Tapi untuk menentukan ini dikirim ke mana, tergantung dari kawan-kawan yang mengurus alokasi. Yang mengurus alokasi, biasanya dari komersial, maka LNG tidak akan bisa ke mana-mana kalau komersial juga tidak beres. Pihak komersial juga tidak akan bisa di-approval kalau financial-nya tidak selesai. Semuanya terkait,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap semua kalangan di SKK Migas, bisa memahami seluk-beluk LNG sehingga nantinya dapat memperkuat pengetahuan tentang LNG. “Dengan ini, ke depan kita akan bisa menangani bisnis LNG dengan lebih efisien dan prosesnya lebih cepat,” tuturnya. Jadi, bisnis ini harus lebih cepat, lebih efisien. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login