IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Rencana Aksi Mogok AMT Diharapkan Tidak Terjadi

Rencana Aksi Mogok AMT Diharapkan Tidak Terjadi

Written By Indopetronews on Thursday, 27 October 2016 | 11:10

indoPetroNews- Upaya mogok masal yang bakal dilakukan oleh pekerja Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang, Jakarta Utara, pada 1 November 2016 diharapkan tidak menjadi kenyataan. Bila terjadi, pihak PT Sapta Sarana Sejahtera (PT SSS) sebagai perusahaan penyedia tenaga kerja AMT, telah menyiapkan cadangan pekerja yang mencukupi kebutuhan. Bahkan juga akan dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Kalau pun itu terjadi, kami sudah menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya menyiapkan AMT cadangan dengan jumlah yang cukup sesuai kebutuhan dibantu juga dengan personil dari TNI. Jadi kami tidak khawatir,” kata Abdul Khoir, Manager Operasional PT Sapta Sarana Sejahtera (PT SSS) sebagai perusahaan penyedia tenaga kerja AMT.

Menurut Abdul Khoir, para pekerja AMT yang menamakan dirinya sebagai anggota Serikat Buru Transportasi Perjuangan Indonesia - Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesa (SBTPI-FBTPI), yang akan melakukan mogok kerja pada 1 November mendatang hanya terdiri dari beberapa gelintir orang dari 1.200 AMT yang ada di bawah PT SSS. "Mereka hanya sekitar 80 orang saja. Tidak sampai 10 persen dari total sopir yang berada di bawah manajamen kami," kata Abdul Khoir. Walaupun demikian, pihaknya tidak berharap rencana mogok tersebut jangan sampai terjadi.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Manager Corporate Communications dan CSR Pertamina Patra Niaga, Bahtra Insan Tarigan berharap rencana mogok kerja itu tidak sampai terjadi. "Kami berharap pada tanggal 1 November nanti teman-teman tetap kerja seperti biasa. Tidak ada mogok kerja, jangan sampai teerjadi kelangkaan. Dan kami optimis pihak SSS bisa mengantipasinya jika nanti tetap ada mogok," katanya.

Dihubungi terpisah, Vice President Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Soni Arsono Kuswardanu meminta masyarakat jangan resah dan tetap tenang serta menjalankan kegiatan seperti biasa. "Karena Pertamina dan Patra Niaga senantiasa akan tetap berupaya menyalurkan BBM ke SPBU dengan lancar dan profesional karena BBM merupakan kebutuhan yang vital bagi masyarakat," tandasnya.

Sementara Hendra Setiawan, salah seorang perwakilan AMT Pertamina Patra Niaga di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara, mengakui dirinya berjanji tidak akan ikut mogok dan bekerja seperti biasa. "Kami di sini hanya berniat untuk bekerja menghidupi keluarga dan bukan mencari musuh. jadi kami sepakat untrk bekerja seperti biasa dan tidak akan ikut aksi," tegas Hendra Rabu (26/10/2016) di Plumpang Jakarta Utara.

Menurut Hendra, adanya rencana aksi mogok yang akan digelar pada 1 November 2016 mendatang adalah tindakan oknum. Selama bergabung di AMT, ia dan teman-temannya juga tidak pernah mengenal Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI). Oleh karena itu pihaknya akan maksimal bekerja untuk mendistribusikan BBM ke Jabodetabek. "Kalau benar ada aksi kami akan tetap bekerja sehingga pendistribusian BBM berjalan dengan baik," paparnya.

Terkait tuntutan pihak AMT agar dapat diangkat menjadi karyawan tetap di Pertamina Patra Niaga dianggap sesuatu hal yang aneh. “Pertamina Patra Niaga sebagai entitas bisnis mempunyai aturan sendiri. Apalagi sejak awal, mereka teken kontrak kerja dengan SSS, bukan langsung antara AMT dengan Pertamina Patra Niaga,” kata Rahwono yang mewakili manajemen PT SSS kepada wartawan di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara.

Menurut mantan karyawan Pertamina ini, para AMT itu sejak awal bekerja pada di SSS. Kemudian SSS menjadi vendor penyedia tenaga kerja pengemudi atau AMT di Pertamina Patra Niaga. "Jadi, aneh jika mereka sekarang menuntut dipekerjakan sebagai karyawan tetap di Pertamina Patra Niaga,” ujar Rahwono.

Sebelumnya, diberitakan akan ada 1000 supir dan awak Mobil Tangki Pertamina yang akan melakukan aksi pada 1 November mendatang. Mereka menuntut agar diangkat menjadi pekerja tetap, dan minta dibayarkan uang lembur. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login