IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » BATAN Berencana Kembangkan Program Pembangunan Reaktor Daya Eksprimental Nuklir

BATAN Berencana Kembangkan Program Pembangunan Reaktor Daya Eksprimental Nuklir

Written By Indopetronews on Monday, 7 November 2016 | 15:52

indoPetroNews- Untuk mengantisipasi krisis energi, utamanya semakin menipisnya cadangan energi berbasis fosil, pada masa mendatang berbagai upaya dilakukan. Salah satunya adalah program pembangunan reaktor daya riset atau reaktor eksprimental.

"BATAN tengah membicarakan secara intensif terkait pembangunan reaktor daya riset atau reaktor eksprimental," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto kepada indoPetroNews.com Senin siang (7/11/2016) di Gedung PAIR, Kawasan Nuklir, Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

Materi pembicaraannya, lanjut Djarot, berkisar anggaran dan biayanya. "Biaya harus dicari dari mana. Apalagi kondisi dan situasi ekonomi dalam negeri kurang bagus," terangnya.

Saat ditanyakan bagaiman sikap dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Djarot mengungkapkan, pihaknya diminta untuk membuat proposal. "Kita sedang buat. Prosposal itu akan ditawarkan kepada beberapa negara sebagai bentuk kerja sama antar pemerintah atau kerja sama internasional," ucapnya.

Dia juga menyatakan, biasanya kalau sistemnya government to government (G to G) jauh lebih murah dari hutang murni. Apalagi kalau ada semacam konsorsium.

Lebih jauh Djarot tidak menampik kalau program pembangunan reaktor daya riset atau reaktor eksprimental pembiayaannya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni. "Kita sedang mencari suatu cara untuk mendapatkan satu proposal yang tepat," tegas Djarot seraya mengimbuhkan ada perbaikan-perbaikan dalam proposalnya, terutama menyangkut feasibility study-nya.

Apa saja yang diperbaiki? "Misalnya yang ditekankan adalah kenapa harus dibangun reaktor daya eksperimental. Atau apakah sekadar ujicoba atau kelak bisa ke arah komersial. Bagaimana sumberdaya manusianya. Apakah mencukupi atau tidak. Dan kenapa dipilih teknologi nuklir," papar Djarot.

Proposal tersebut akan diajukan kembali pada Bappenas awal Desember 2016. Sedangkan negara-negara yang disasar untuk diajak berkolaborasi, di antaranya adalah Rusia, Tiongkok, Konsorsium Afrika Selatan dan Jepang. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login