IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pengamat : Pertamina Sejatinya Jujur Soal Pemasok Solar dan FAME Bercampur Air

Pengamat : Pertamina Sejatinya Jujur Soal Pemasok Solar dan FAME Bercampur Air

Written By Indopetro portal on Friday, 18 November 2016 | 15:11

indoPetroNews- Kasus ditemukannya kandungan air dalam Biosolar dan terlanjur disalurkan diduga telah terjadi di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bukan hanya di Cilincing, Kelapa Gading dan Depok. Sontak saja peristiwa ini memantik kritikan tajam.

“Kalau itu dari berasal dari tangki Biosolar terminal BBM Pertamina Plumpang maka disinyalir hampir semua SPBU di Jabodetabek telah menyalurkan biosolar bercampur air,” kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman pada indoPetroNews.com Jumat (18/11/2016) di Jakarta.

Berdasarkan penelusuran, ungkap Yusri, pemasok FAME (Fatty Acid Methyl Ethyl) adalah perusahaan konglomerat Wilmar group yang sudah lama dikenal sangat dekat dengan penguasa sepanjang masa sehingga terkesan Pertamina menutup rapat informasinya.

Diperoleh informasi, kata Yusri, nama Kapalnya Seroja V milik PT Wilmar Nabati, yang telah mengangkut FAME sebanyak 5.000 KL. “Padahal kapasitas kapalnya 7000 Kl, tetapi hanya mengangkut 5000 Kl. Akibatnya, ada ruang kosong sebanyak 2000 KL. Kapal tersebut dicharter langsung oleh Pertamina kepada shipownernya Wilmar Medan,” paparnya.

Dia juga menduga terdapat praktik keliru ini telah lazim dilakukan antara pemasok dengan oknum-oknum Pertamina. “Tujuannya diduga untuk meraih keuntungan besar dan dapat dibagi-bagi oleh oknum-oknumnya,” ucap Yusri, seraya berharap Wianda Pusponegoro sebagai VP Corporate Communication Pertamina berbicara jujur menyebut perusahaan pemasoknya dan tidak menyembunyikan fakta yang terjadi.

Lebih jauh Yusri memaparkan kapal yang memuat FAME (sebagai bahan baku Biosolar yang dicampur solar original dengan komposisi FAME 20% dan Solar 80%) seharusnya menerapkan beberapa prosedur, yaitu;

Pertama, muatan kapal sebelum membongkar di Tanjung Priok yang selanjutnya dikirim ke depo TBBM Plumpang, harus di check dulu kualitasnya, baik jumlah dan komposisi serta keaslian barangnya. Kedua, setelah dinyatakan beres sesuai spesifikasi dalam kontrak, baru dilakukan batching, yaitu dicampur antara FAME dengan solar. Ketiga, sebelum didistribusikan ke SPBU melalui armada truck-truck tangki, seharusnya dicheck kembali kualitasnya. Keempat, pada saat sampai di tujuan sebelum masuk ke tangki timbun, pemilik SPBU wajib mengecek spesifikasi Biosolar apakah sesuai standar Pertamina. Apabila tidak sesuai maka pemilik SPBU berhak menolak untuk dikembalikan ke depo Pertamina Plumpang.

“Ternyata semua langkah tersebut diatas semuanya di "by pass" alias tidak ada pengecekan apapun. Setelah dicampur langsung dan di distribusikan. “Terbukti Biosolar bercampur air tersebut beredar luas digunakan oleh konsumen,” tegas Yusri, sembari mengutip pernyataan Menkeu Sri Mulyani pada KPK bahwa tidak sedikit praktik korupsi di Pertamina, PLN dan Kementerian ESDM.

“KPK harus aktif memantau proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh Polri. Bila ambil alih proses penyidikannya,” tegas Yusri. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login