IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , , , » Pengamat : Wacana Menteri BUMN Soal Akuisisi PGE oleh PLN Tidak Transparan

Pengamat : Wacana Menteri BUMN Soal Akuisisi PGE oleh PLN Tidak Transparan

Written By Indopetro portal on Wednesday, 23 November 2016 | 09:43

indoPetroNews- Wacana yang digulirkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, terkait akuisisi PT Pertamina Geothermal Energi (PT PGE) oleh PT PLN dinilai tidak jelas dan transparan. Apa penyebabnya?

"Rini tidak pernah secara gamblang memaparkan kepada publik soal cost dan benefit-nya bila terjadi akuisisi," kata Direktur Eksekutif Institute Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa kepada media, pada Selasa (22/11/2016) di Jakarta. Padahal PT PGE dan PT PLN adalah basis pembangunan nasional.

Menurut Fabby, selayaknya Rini dapat secara terbuka menjelaskan idenya. "Kalau terbuka kan kita bisa mempelajari dan mengkajinya secara mendalam," katanya, sembari mengimbuhkan ide holding energi yang digagasnya pun hingga kini belum ada pemaparannya secara komprehensif. Oleh karena itu, Fabby meminta agar Presiden Jokowi segera mengevaluasi kinerja menteri ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Marwan Batubara. Direktur Eksekutif Indonesian Resouces Studies (IRESS) ini setelah lebih dari 3 bulan sejak Menteri BUMN Rini Soemarno mencetuskan rencana akusisi PGE oleh PLN pada 12 Agustus 2016 yang lalu, belum terlihat jadwal yang jelas kapan rencana tersebut akan direalisasikan.

"Rini menyebutkan penggabungan PGE ke PLN, dengan pemilikan saham masing-masing 50%, akan menciptakan simbiosis mutualisme kedua BUMN guna mengoptimalkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) nasional. Dirut PLN Sofyan Basir mengatakan merger kedua BUMN akan membuat harga uap bagi PLTP turun, sehingga harga listrik juga akan ikut turun," ujar Marwan.

Selanjutnya, kata Marwan, pada 13 Oktober 2016, Deputi Bidang Energi, Logistik dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Abdullah mengatakan bahwa rencana yang akan dilakukan bukan akuisisi, melainkan sinergi antara PLN dengan PGE. Kementerian BUMN mempertimbangkan, dari pada memiliki banyak BUMN dengan skala yang kecil-kecil, akan lebih baik jika Indonesia memiliki satu BUMN yang besar dan kuat.

Nantinya tidak ada lagi negosiasi harga uap antara PGE dan PLN. Marwan juga mengutip perkataan Edwin, bahwa dengan sinergi akan terbentuk satu perusahaan BUMN yang mempunyai kekuatan untuk mengembangkan energi geothermal nasional.

Menurut Marwan gagasan yang dicetuskan oleh Edwin Abdullah untuk mendirikan sebuah BUMN khusus geothermal cukup ideal bagi pengembangan PLTP di Indonesia. "Tapi konsep tersebut sebenarnya berbeda dengan ide awal yang dicetuskan oleh Menteri Rini di mana tujuannya adalah ingin menggabungkan PGE ke PLN, sehingga BUMN baru tersebut kelak berada di bawah kendali PLN," tandas Marwan. Jadi, terlihat adanya perbedaan sikap kedua pejabat BUMN tersebut. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login