IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » PLN Apresiasi dan Temuan BPKP Terkait 34 Proyek Mangkrak

PLN Apresiasi dan Temuan BPKP Terkait 34 Proyek Mangkrak

Written By Indopetro portal on Wednesday, 23 November 2016 | 12:37

indoPetroNews- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengapresiasi audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan adanya 34 proyek pembangkit berskala kecil terkendala berkapasitas total 627,8 MW. PLN selain akan mencari solusi terbaik bagi rakyat, juga mendukung sepenuhnya bila dilakukan penelitian lebih mendalam tentang proyek-proyek tersebut.

Dari 34 proyek yang terkendala saat ini terdapat 17 proyek yang telah dilanjutkan dan memiliki jalan keluar, 6 proyek telah diputuskan kontraknya dana diambil alih oleh PLN untuk dilanjutkan penyelesaiannya serta 11 proyek yang terminasi dan sudah disiapkan opsi pengganti untuk penyediaan tenaga listrik baik dengan perluasan jaringan transmisi dan Gardu lnduk maupun dengan pembangkit baru yang lebih cepat pembangunannya, seperti peresmian beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Hal ini dilakukan guna mempercepat pemenuhan kebutuhan akan listrik. Seperti diketahui, sebagian besar proyek-proyek yang terminasi berada di daerah terpencil yang sangat sulit dijangkau.

“Pemenuhan akan Iistrik untuk masyarakat adalah yang paling penting bagi kami, karena itu solusi tercepat untuk menggantikan proyek-proyek yang terminasi ini juga telah kami pikirkan secara matang, seperti misalnya PLTU Bengkalis 2 x 10 MW yang prosesnya masih nol, kini telah digantikan dengan PLTMG Bengkalis 20 MW yang rencananya akan masuk sistem kelistrikan pada awal 2018," kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka kepada sejumlah media, Rabu (23/11/2016) di kantor PLN pusat, Jakarta.

Semua proyek yang terkendala ini merupakan proyek-proyek yang berada dalam kontrak antara 2007 hingga 2012, dimana total 11 proyek terminasi ini berkapasitas 147 MW dan tidak ada satupun yang masuk dalam program 35.000 WM.

Dalam penyelesaian proyek mangkrak ini PLN telah meminta pertimbangan dan verifikasi dari BPKP dan audit internal PLN. Selain itu PLN juga melibatkan pihak ketiga (eksternal). Hal ini untuk menghitung secara komprehensif apa yang harus dilakukan ke depan dengan memperhatikan kebutuhan, nilai keekonomian dan faktor teknis.

"Disini PLN tidak sendirian dalam memikirkan jalan keluar, ada hasil verifikasi dan audit dari BPKP, sehingga ketika memutuskan kelanjutan proyek tersebut didapatkan nilai kewajarannya,” ujar Made.

Penyelesaian 34 proyek terkendala ini juga sangat terbantu dengan adanya Perpres No. 4 Tahun 2016 tentang percepatan infrastruktur kelistrikan. Dalam Perpres tersebut, PLN diberi ruang untuk segera menyelesaikan masalah kelistrikan, salah satunya dengan tambahan biaya, tentunya di sini Presiden melibatkan BPKP agar sesuai nilai kewajaran. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login