IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Teknologi Shell Indonesia Tawarkan Peningkatan Efisiensi Energi

Teknologi Shell Indonesia Tawarkan Peningkatan Efisiensi Energi

Written By Indopetro portal on Thursday, 24 November 2016 | 09:32

indoPetroNews- Salah satu kunci sukses Shell adalah keberhasilannya menjadi pelopor teknologi Gas-To-Liquid (GTL) yang mengubah gas menjadi bahan dasar pelumas premium. Beragam produk pelumas Shell Helix Ultra dengan PurePlus Technology telah mengalami pertumbuhan penjualan sebesar dua digit dan tersedia di lebih dari 100 pasar di seluruh dunia sejak diluncurkannya untuk pertama kalipada tahun 2014.

Shell Indonesia, selain memproduksi pelumas untuk kendaraan bermotor, pabrik pelumas Shell juga telah memproduksi beragam varian baru dari merek pelumas untuk mesin industri seperti Shell Rimula (pelumas mesin kendaraan berat), Shell Spirax (pelumas transmisi) dan Shell Tellus (pelumas hidraulik). Beragam varian tersebut dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan populasi kendaraan di Indonesia yang terus tumbuh serta perkembangan pesat di berbagai sektor industri andalan seperti industri hulu migas, konstruksi, pembangkit listrik dan pertambangan.

Shell Lubricants Director – Indonesia, Dian Andyasuri mengatakan bahwa di tengah iklim usaha yang kompetitif ini, Shell Lubricants menawarkan solusi teknologi untuk membantu pelaku industri mengatasi tantangan pengurangan biaya operasional.

“Teknologi pelumas Shell memberi dampak signifikan kepada setiap usaha pelaku industri untuk meningkatkan efisiensi energi, meningkatkan usia mesin karena mampu melindungi peralatan industri dari korosi. Yang penting adalah kolaborasi antara Shell dan para pelaku industri yang kemudian akan menciptakan kinerja bisnis yang lebih baik,” kata Dian kepada wartawan, Rabu (23/11/2016) di Jakarta.

Dian mencontohkan, Shell memberikan total cost saving value (total nilai penghematan) kepada perusahaan-perusahaan tambang (mining) terkemuka di Indonesia rata-rata sebesar Rp.13,5 miliar per tahun. Penghematan ini didapatkan oleh pelanggan Shell berkat gabungan antara pemakaian pelumas Shell dan pelayanan teknik Shell yang handal sehingga umur pelumas lebih lama, pengurangan pemborosan pemakaian pelumas dan usia komponen mesin bisa lebih panjang.

“Dengan rangkaian lengkap pelumas industri yang kami produksi di LOBP Marunda, kami bertanggungjawab untuk mampu memenuhi kebutuhan pelanggan industri akan produk yang tepat dengan waktu yang cepat. Kami juga memastikan bahwa sebagai pelanggan Shell, mereka akan mendapatkan pelayanan teknikal kelas dunia yang responsif yang membantu mereka untuk memaksimalkan efisiensi biaya dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan profit yang lebih baik,” ujar Dian. (Sofyan)

Sedangkan George Morvey, Manager Industri & Energi Kline mengutarakan kebutuhan pelumas global mencapai 38,8 juta ton pada 2015, atau turun dari angka 39,4 juta ton pada 2014. Di luar India, tiga negara lainnya di BRIC (Brasil, Rusia, India dan Cina) tidak mengalami pertumbuhan, sehingga berdampak pada penurunan permintaan global. "Dalam situasi pasar yang secara umum cenderung stagnan, serta di tengah kompetisi yang meningkat di antara perusahaan minyak nasional, usaha-usaha independen dan produk asli OEM, terbukti Shell mampu mempertahankan posisinya di tiga segmen pasar dan tetap mempertahankan pangsa pasarnya," kata Morvey.

Untuk memenuhi permintaan yang terus tumbuh, Shell menginvestasikan ratusan juta dolar AS demi meningkatkan rantai pasokan pelumasnya; memperbaharui empat pabrik, membangun empat pabrik pelumas baru, satu pabrik pelumas gemuk (grease) dan dua pabrik minyak dasar (base oil) Kelompok II. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login