IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Wamen ESDM : Bentuk SKK Migas Di Masa Depan Bergantung pada Ada-Tidaknya Keinginan Perkuat NOC

Wamen ESDM : Bentuk SKK Migas Di Masa Depan Bergantung pada Ada-Tidaknya Keinginan Perkuat NOC

Written By Indopetro portal on Friday, 11 November 2016 | 09:54

indoPetroNews- Keberadaan dan bentuk Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di masa mendatang bergantung pada apakah semua elemen bangsa ini bersepakat bahwa apakah National Oil Company (NOC) harus diperkuat. Pasalnya, hal ini berkorelasi positif dengan arah revisi Undang-undang Minyak dan Gas Bumi Nomor 22 Tahun 2001.

“Kalau kita belum bersependapat untuk memperkuat national oil company maka artinya jiwa dan semangat Undang-undang Migas itu akan ke mana-mana. Tapi kalau koridornya adalah memperkuat national oil company maka mungkin pertanyaan seperti apa bentuk SKK Migas di masa mendatang sedikit banyak kita punya koridornya,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, kepada sejumlah wartawan, Kamis (10/11/2016) di Jakarta. Kalau berbicara kedaulatan energi maka mau tidak mau harus memperkuat national oil company.

Menurut mantan Menteri ESDM yang hanya menjabat selama 20 hari ini, terdapat dua jenis bentuk badan usaha. “Pertama, dipisahkan antara SKK Migas dan Pertamina. Kedua, menyatukan antara keduanya tetapi SKK Migas berada di bawah Pertamina. Kedua jenis sistem ini pernah dilakukan,” paparnya.

Sebenarnya sistem mana yang akan dipakai antara kedua jenis tersebut? “Dua-duanya ada kelebihan dan kekurangannya. Kalau dipisah apakah ada negara yang memisahkan antara SKK Migas dan Pertamina itu berhasil? Ada. Ada juga negara yang menyatukan SKK Migas dan Pertamina dan berhasi. Itu juga ada,” tandas Arcandra.

Kita berada pada posisi mana? “Apakah kedua sistem tersebut pernah diimplementasikan di Tanah Air? Pernah. Pertanyaannya, sewaktu SKK Migas disatukan dan berada di bawah Pertamina, apakah lebih baik atau lebih buruk dibandingkan saat dipisah seperti saat ini?” ujar Arcandra.

Arcandra mempertanyakan dari pengalaman tersebut, arah kebijakan energi negeri ini hendak ke mana. “Coba kita lihat kontribusi national oil company terhadap national production (oil production). Misalnya Saudi Aramco yang berkontribusi terhadap produk nasional di atas 95% bahkan bisa 99%. Petronas berkontribusi di atas 90%. Kalau Undang-undang Migas kita mengarah pada cita-cita terhadap kedaulatan energi maka berapa kontribusi Pertamina terhadap produksi nasional sekitar 24%,” paparnya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login