IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Dirjen Migas : Realisasi Investasi Migas 2016 Turun

Dirjen Migas : Realisasi Investasi Migas 2016 Turun

Written By Indopetro portal on Wednesday, 21 December 2016 | 09:34

indoPetroNews- Medio 2016, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memotong 60% perizinan di industri minyak dan gas (migas). Jumlah perizinan sebelum 2012 terdapat sebanyak 104, Lalu dipangkas menjadi 51. Kini, prosesnya pun dirampingkan menjadi 42 perizinan.

"Prosesnya harus melewati 17 instansi pemberi izin dan lebih dari 6000 dokumen," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (migas) IGN Wiratmaja Puja, kepada media, Selasa (20/12/2016) di Jakarta. Perizinan yang rumit dan berbelit berdampak buruk terhadap investasi migas di Tanah Air.

Pemerintah mentargetkan proses perizinan di sektor migas hanya menyisakan 20 perizinan. Kementerian ESDM bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mengupayakan solusi masalah perizinan investasi migas.

Dia memaparkan bahwa semester I - 2016 capaian investasi hulu migas hanya USS 5,65 miliar, turun 27 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 7,74 miliar. "Pihak SKK Migas mencatat adanya penurunan investasi migas sepanjang semester I - 2016. Penyebabnya ada harga minyak mentah yang masih rendah. Saat harga minyak anjlok pada pertengahan 2014, nilai investasi hulu migas mulai turun 1 persen menjadi Rp18,7 miliar. Pada 2015, investasinya kembali turun hingga 20,8 persen menjadi USS 14,8 miliar, karena harga minyak yang terus menurun," ungkap Wiratmaja.

Lebih jauh Wiratmaja mengutarakan, semester pertama 2016, capaian investasi hulu migas hanya mencapai USS 5,65 miliar, turun 27 persen dari capaian investasi pada tahun sebeIumnya yang mencapai USS 7,74 miliar. Sedang harga minyak Indonesia (ICP) semester I tahun 2016 hanya US$ 36,16 per barel, atau lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar US$ 54,85 per barel

"Turunnya harga minyak mentah membuat investor menunda investasinya, seperti yang dilakukan Chevron Indonesia dan Total E&P Indonesia. Ini membuat realisasi investasi hulu migas tahun ini lebih rendah dari tahun lalu. Secara historis, investasi industri hulu migas berbanding lurus dengan harga minyak," katanya. Semakin tinggi harga minyak semakin banyak investasinya, begitu juga sebaliknya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login