IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Inilah Persoalan Mendasar Migas Indonesia

Inilah Persoalan Mendasar Migas Indonesia

Written By Indopetronews on Thursday, 8 December 2016 | 18:20

indoPetroNews- Dewasa ini kebutuhan terhadap minyak dan gas bumi (migas) terus meningkat, sedangkan cadangan dan produksi migas terus menurun. Karena itu masuk akal bila ketergantungan impor minyak Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin tinggi.

Oleh sebab itu dibutuhkan berbagai upaya mencari energi alternatif. "Ironisnya, pengembangangan Energi Baru Terbarukan (EBT) stagnan karena ketiadaan road map, blue print dan program pengembangan energi berkelanjutan," kata Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies, Marwan Batubara dalam sebuah diskusi pada Kamis (8/12/2016) di Jakarta.

Hal lainnya, defisit neraca perdagangan, transaksi berjalan dan APBN meningkat dan kerap terjadi. "Situasi sebenarnya berpotensi timbulkan krisis energi dan ekonomi," tandas Marwan, seraya menambahkan, "Parahnya, amanat Pasal 33 UUD 1954 tentang Penguasaan Negara/ BUMN telah dilanggar".

Dia juga menegaskan bahwa ketahanan energi nasional rendah dan mengkhawatirkan sehingga pembangunan berkelanjutan terhambat (Urutan ke-69 dari 129 negara, versi WEC)

Marwan pun juga mengidentifikasi persoalan-persoalan yang mengemuka di sektor migas.
Di antaranya, kata Marwan, adalah UU Migas bertentangan dengan konstitusi (17 pasal). "Kedaulatan negara atas migas minimalis. Penguasaan negara tidak terwujud. Kelembagaan yang inkonstitusional, yang tampak dari peran BUMN tanpa privilege," paparnya.

Hal lainnya adalah dominasi Pertamina di sektor hulu rendah (21%). NOC Iain, seperti Brasil 81%, Algeria 78%, Norwegia 58% dan Malaysia 47%. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login