IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » KADIN : Gross Split Berdampak Negatif pada Ekonomi Nasional

KADIN : Gross Split Berdampak Negatif pada Ekonomi Nasional

Written By Indopetro portal on Wednesday, 14 December 2016 | 17:11

www.indopetronews.com, -- Rencana pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan menghapus skema cost recovery dengan gross split mendapat reaksi tajam dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Apa responnya?

Menurut pihak Kadin, dalam keterangannya yang diterima indoPetroNews.com Rabu (14/12/2016) terdapat beberapa persoalan mendasar terkait penerapan sistem gross split.

Pertama, skema ini bertentangan dengan Nawa Cita, poin 6 & 7.
Seperti diketahui, Nawa Cita pada poin ke 6 berbunyi, "Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya".

Poin ke 7 adalah Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Menurut Kadin, sistem gross split juga bertentangan dengan UU Migas 22/2001. Kegiatan usaha migas mempunyai peranan penting dalam memberikan nilai tambah secara nyata kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkat dan berkelanjutan yang tidak akan dicapai dengan konsep Gross Split Sliding Scale ini.

Perencanaan, pengendalian dan implementasi investasi dan kegiatan operasi sepenuhnya menjadi diskresi investor/Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS).

Persoalan lainnya, sistem gross split dinilai oleh pihak Kadin tidak akan ada keberlanjutan kegiatan eksplorasi dan ada kecenderungan pengurasan cadangan yang tidak sesuai dengan good engineering practice dan environment sustainability.

Selain itu, dengan sistem gross split juga akan membawa industri Penunjang Migas Nasional tidak akan berkembang karena investor/Kontraktor KKS akan mengutamakan industri penunjang dari negara asal.

Hal yang juga disoroti oleh Kadin adalah pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur alokasi pemanfaatan Minyak dan Gas Bumi, bila skema ini dilaksanakan.

Pihak Kadin juga menilai tidak ada multiplier effect terhadap perekonomian dan daerah sekitar termasuk tenaga kerja nasional karena pelaksanaan operasi sepenuhnya menjadi kewenangan investor/Kontraktor KKS.

Disamping itu, Kadin memprediksikan bahwa kemungkinan akan terjadi transfer pricing antar afiliasi dalam pengaturan biaya investasi, operasi dan harga Minyak dan Gas.

Jika diimplementasikan, lanjut penilaian pihak Kadin, pada Kontraktor KKS yang sedang berjalan, akan bertentangan dengan prinsip Sanctity of Contract.

Lebih jauh lagi, pihak Kadin juga menganggap implementasi Konsep Kerja Sama baru membutuhkan waktu dan akan membuat kekhawatiran bagi para investor/Kontraktor KKS.

Dengan alasan-alasan tersebut, Kadin berkesimpulan bahwa
penerapan konsep Gross Split Sliding Scale yang direncanakan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM akan berdampak negatif bagi perekonomian nasional, industri penunjang migas nasional, kesejahteraan masyarakat daerah sekitar operasi, tenaga kerja nasional dan keberlanjutan sektor migas nasional. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login