IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Kadin KTI : Pemda Jangan Persulit Investor Listrik dan Migas

Kadin KTI : Pemda Jangan Persulit Investor Listrik dan Migas

Written By Indopetro portal on Monday, 5 December 2016 | 16:36

indoPetroNews- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) dapat membantu pemerintah pusat mempermudah berbagai urusan perizinan bagi pengembang energi listrik maupun minyak dan gas (migas). Sebab listrik dan migas merupakan indikator utama pertumbuhan ekonomi.

“Ketersediaan listrik di Kawasan Timur Indonesia (KTI) masih menjadi masalah utama. Kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit izin-izinnya utamanya di daerah,” kata
Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H.Andi Rukman Karumpa kepada wartawan, Senin (5/12/2016) di Jakarta.

Tidak (independent power producer) dan perusahaan kontraktor migas kerap yang dipersulit di daerah. Padahal, investasi listrik maupun migas ini nantinya akan dinikmati oleh penduduk lokal dan akan menggerakan perekonomian setempat. “Ini yang kita bingung juga. Listrik ini kan hasilnya akan dinikmati warganya. Tapi kenapa dibuat sulit. Investor mau masuk kalau ada listrik,” ujar Andi.

Andi menambahkan, yang menarik adalah Sulawesi akan menjadi magnet baru bagi investasi ke depan. Betapa tidak, pertumbuhan ekonomi di Sulawesi telah mencapai 8 persen lebih. Bahkan Sulawesi Tengah mampu mencapai 15 persen. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat masing-masing tumbuh 7,15 persen dan 7,37 persen. Sementara itu, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara mencapai pertumbuhan 15,1 persen dan 6,88 persen. Sedangkan Gorontalo tumbuh 6,23 persen dan Sulawesi Utara tumbuh 6,12 persen. “Kita lihat Sulawesi akan jadi magnet baru, setelah Pulau Jawa. Listrik mulai mencukupi, proyek-proyek smelter mulai beroperasi, proyek-proyek infrastruktur pemerintah sudah jalan, akan banyak kejutan tahun depan dari Sulawesi,” ujar Andi.

Andi mengatakan, guna menjaga pertumbuhan ekonomi di KTI pemerintah perlu mendorong percepatan proyek-proyek infrastruktur. Menurutnya, sebagian besar proyek konstruksi, yang berkontribusi besar kepada perekonomian, berasal dari pembangunan infrastruktur. Belanja infrastruktur pemerintah yang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 mencapai Rp 313,5 triliun, tumbuh 7,99 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun depan pemerintah telah mengalokasikan sebesar Rp 387,3 triliun. “Sebagian besar anggaran itu untuk infrastruktur di luar Pulau Jawa,” ujar Andi. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login