IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » OPEC Gelar Rapat (Lagi) 10 Desember

OPEC Gelar Rapat (Lagi) 10 Desember

Written By Indopetro portal on Thursday, 8 December 2016 | 10:09

www.indopetronews.com, -- The Organization of Petroleum of Exporting Countries (OPEC) bakal menggelar persidangan kembali. Apa saja agenda pertemuannya?

Kali ini pertemuan dengan negara-negara produsen minyak lain di Wina, Austria. Agenda rapat dijawalkan pada tanggal 10 Desember 2016.

Selain itu, OPEC akan memantau perkembangan rencana negara super power Amerika Serikat (AS) yang akan melakukan peninjauan ulang dan bahkan akan memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Iran. Kontan saja agenda ini akan ditunggu oleh pasar minyak dunia.

Senat AS mengajukan perpanjangan Iran Sanctions Act (ISA) untuk 10 tahun lagi agar ditandatangani oleh Presiden Barack Obama. Pada Jumat, (2/12/2016) negeri para Mullah ini pun mengancam akan membalas tindakan Senat AS tersebut, karena dipandang telah melanggar persetujuan yang dicapai Iran dengan enam negara Barat tahun lalu. Sanksi itu pertama kali dijalankan pada 1996, tetapi dalam persetujuan tahun 2015, Iran setuju melucuti program nuklirnya dengan ganti dilonggarkannya blokade ekonomi. Pelonggaran tersebut merupakan sebab mengapa Iran bisa kembali menggenjot output minyaknya mulai Januari 2016.

Namun demikian, kini tim transisi Presiden terpilih Donald Trump dikabarkan tengah menelaah proposal untuk penerapan sanksi non-nuklir baru terhadap Iran.

Seperti diketahui, setelah kesepakatan kuota OPEC disepakati pada hari Rabu pekan lalu, pasar mengantisipasi kemungkinan beberapa negara produsen Non-OPEC untuk ikut mengurangi produksi mereka. Selain itu, ada pula pertanyaan mengenai apakah pengurangan yang dilakukan negara-negara produsen minyak itu benar-benar mampu menyusutkan limpahan surplus yang kini memenuhi pusat-pusat penyimpanan di seluruh dunia, dalam waktu dekat.

Sementara itu, menurut
Dirgo Purbo, analis energi, alasan yang mendasar dibentuknya OPEC untuk menstabilkan permintaan dunia atas minyak mentah dan kemudian pada tahun 1971 menyatukan penggunaan mata uang dollar untuk transaksi minyak. "Seiring dengan permintaan dunia yang terus meningkat, OPEC sudah tidak dapat lagi berperan sebagai stabilisator," kata Dirgo kepada indoPetroNews.com Rabu (7/12/2016).

Seluruh dunia, kata Dirgo, hanya tergantung kepada peran Arab Saudi yang mempunyai kapasitas produksi 9,5 juta bph dan itupun masih memiliki kapasitas tambahan produksi sampai 2 juta bph. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login