IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pemerintah Sejatinya Dorong Pengembangan Energi Surya

Pemerintah Sejatinya Dorong Pengembangan Energi Surya

Written By Indopetro portal on Friday, 16 December 2016 | 08:56

www.indopetronews.com, -- Menipisnya cadangan energy konvensional memaksa semua kalangan untuk mengembangkan energy energy surya sebagai salah satu alternatif energy baru terbarukan yang potensial di kembangkan di Tanah Air. Bagaimana prospeknya?

Hingga saat ini Indonesia belum memiliki industri sell surya. “Karena para investor akan melihat marketnya. Kalau marketnya besar, otomatis mereka akan berinvestasi. Saat ini marketnya masih tersendat,” kata Arya Rezavidi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) kepada wartawan, Kamis malam (15/12/2016) di Jakarta. Indonesia menggunakan energy surya pada awal tahun 80-an.

Namun kapasitas yang dikembangkan baru 95 Mega Watt belum 1 Giga Watt. “Artinya, Indonesia mempunyai potensi besar tetapi mempunyai kendala besar,” tandas Arya sembari mengimbuhkan bahwa nilai investasi untuk energy surya per kilo watt sekitar 1,2 USD dan 1,2 juta USD per Mega Watt untuk saat ini di Indonesia.

Dia juga mengungkapkan bahwa di Dubai harga energy surya 60 sen per watt. “Atau sekitar 600.000 USD per Mega Watt. Bahkan di sana tidak ada perizinan untuk pengembangan energy surya. Mereka bisa setengahnya. Kenapa kita enggak bisa? Kita banyak sekali kendalanya,” ujar perekayasa utama bidang energy di BPPT.

Apa kendala utama di Indonesia?” Karena investasinya besar maka pemerintah harus mendorong pihak perbankan untuk memberi fasilitas kredit yang murah. Selain itu, regulasi pemerintah. Pembeli satu-satunya hanya PLN. Offtakernya hanya PLN,” tandasnya.

Ke depan, harap Arya, mungkin tidak hanya PLN yang dapat mengoperasikan listrik. “Menteri Jonan menggagas untuk membangun PLN-PLN kecil di daerah. Kalau offtakernya hanya satu, tentu ini akan menyulitkan karena PLN sebagai perusahaan tentu juga mempertimbangkan aspek bisnisnya,” tandasnya.

Pemerintah, lanjut Arya, diharapkan pula dapat memberikan insentif-insentif dalam pengembangan energy surya. “Khususnya energy surya yang pakai fotovoltaik listrik, yang dimanfaatkan adalah cahanya bukan panasnya. Rata-rata yang dibutuhkan untuk penyinaran matahari minimal sekitar 4 – 5 jam dalam sehari. Dan ini sudah cukup,” katanya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login