IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pengamat : Indonesia Harus Keluar Permanen Dari OPEC

Pengamat : Indonesia Harus Keluar Permanen Dari OPEC

Written By Indopetro portal on Friday, 2 December 2016 | 10:13

indoPetroNews- Hengkangnya Indonesia dari keanggotaan The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), yang diputuskan dalam Sidang ke 171 OPEC di Wina, Austria pada Rabu (30/11/2016) harus dianggap keluar secara permanen. Mengapa?

"Indonesia harus keluar dari OPEC secara permanen karena sudah menjadi net oil importer sejak 2004," analis energy security, Dirgo Purbo kepada indoPetroNews.com Kamis (1/12/2016) di Jakarta. Dengan keluar dari OPEC maka tidak ada lagi ikut kewajiban untuk memotong produksi minyak nasional, seperti tercermin dalam kesepakatan bersama pada setiap pertemuan OPEC.

Menurut Dirgo, keuntungan keluar dari OPEC adalah tentunya juga tidak perlu membayar iuran tetap dan juga pengiriman delegasi ke Wina.

Apakah keputusan ini berdampak bagi keamanan energi dlm negeri? "Keputusan ini tidak ada berpengaruh sama sekali dengan kebijakan energi nasional. "Malah akan lebih baik untuk bisa fokus meningkatkan produksi nasional yang hanya 830 000 /hari. Kalau masih jadi anggota kan berarti harus dipotong produksinya sebanyak 37 ribu barel/hari," tandasnya. Dan pada saat yang bersamaan Indonesia juga harus mengimpor minyak mentah dari beberapa anggota OPEC untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Dia juga memaparkan soal pengaruh keputusan OPEC yang memutuskan keharusan pengurangan produksi minyak kepada para anggotanya akan berdampak pada fluktuasi dan gonjang-ganjing harga minyak mentah di pasar dunia. "Jelas dengan kesepakatan bersama ini akan memberikan dampak kenaikan terhadap harga minyak. Tentu dengan catatan, kondisi semua anggota konsisten memenuhi kuota produksinya yang telah disepakati secara proporsional," ungkap Dirgo.

Seperti diberitakan,
Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara (temporary suspend) keanggotaan di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Keputusan tersebut diambil dalam Sidang ke- 171 OPEC di Wina, Austria, Rabu (30/11/2016).

Menteri Energi Jonan yang menghadiri sidang tersebut menjelaskan, langkah pembekuan diambil menyusul keputusan sidang untuk memotong produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari, di luar kondensat. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login