IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pengamat : Menteri Rini Sangat Sempurna Ciptakan “Matahari Kembar” di Pertamina

Pengamat : Menteri Rini Sangat Sempurna Ciptakan “Matahari Kembar” di Pertamina

Written By Indopetro portal on Tuesday, 27 December 2016 | 09:07

indoPetroNews- Gerakan demonstrasi Serikat Pekerja Karyawan Pertamina Unit RU IV Cilacap pada Jumat (23/12/2016) yang menolak kebijakan direksi yang telah menandatangani pembentukan joint venture Pertamina dengan Saudi Aramco, adalah buntut dari dualisme kepemimpinan di Pertamina. Apa indikatornya?

Menurut Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, pola joint venture di proyek Pertamina bukanlah hal baru. “Banyak proyek Pertamina dalam bentuk joint venture. Contohnya, di hulu adalah prosentase porsi saham di blok migas luar negeri (Irak, Aljazair, Libya, Vietnam dan Malaysia) dan di dalam negeri pada Blok Offshore North West Java / ONWJ. Sahamnya tidak 100 % milik Pertamina. Pertamina telah melepas sahamnya 30% kepada Total Inpex di Blok Mahakam,” papar Yusri kepada indoPetroNews.com Senin (27/12/2016) di Jakarta.

Untuk Joint Venture di hilir, lanjut Yusri, juga dilakukan oleh Pertamina dengan PTT Global Chemical (PTTGC). Begitu pun penandatanganan “Manufacturing Joint Venture of Agreement " pada 10 Desember 2013 dan peminjaman uang di pasar global (global bond) oleh Pertamina dengan menerbitkan surat utang dalam bentuk menjual obligasi (Global Medium Term Note/ GMNT ).

“Saat ini mungkin sudah mencapai puluhan miliar dolar Amerika. Tetapi tidak pernah serikat pekerjanya bergejolak dengan beraksi melakukan demo penolakan,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, bila ditelusri dengan seksama, peristiwa demo penolakan Serikat Pekerja Karyawan Pertamina Unit RU IV Cilacap ini dapat ditarik benang merahnya dengan dugaan Rini Soemarno akan menyingkirkan posisi Dwi Soetjipto sebagai Dirut Pertamina yang kabarnya telah mengancam posisi Rini sebagai Menteri BUMN pada reshuffle jilid 3 pada Juli 2016.

Menurut Yusri, dugaan langkah tersebut semakin nyata ketika Rini Soemarno melakukan kebijakan " hatrick " terhadap manajemen Pertamina, yaitu;

Pertama, mensahkan struktur baru Pertamina dengan tambahan jabatan Wakil Dirut (Wadirut) dengan kewenangan yang luar biasa. Kedua, mengangkat Ahmad Bambang sebagai Wadirut Pertamina yang membawahi Direktorat Pemasaran , Direktorat Pengolahan dan Direktorat Energi Baru Terbarukan , dan bahkan akan menarik Fungsi Integrated Supply Chain (ISC ) agar berada di bawahnya. Ketiga, keberhasilannya mengangkat Toharso dengan latar belakang pemasaran sepanjang karirnya sebagai Direktur Pengolahan pada hari Demo Damai 212.

“Sempurnalah sekarang Rini Soemarno menciptakan "matahari kembar" di Pertamina. Bila sebelum terbentuk struktur baru bibit bibit sudah mulai kelihatan adanya, maka sekarang menjadikan sempurna,” tegas Yusri, seraya berharap Presiden Jokowi segera membenahi Pertamina dari ambang kehancuran akibat adanya matahari kembar ini. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login