IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pupuk Indonesia Support Teluk Bintuni Jadi Kawasan Industri Migas

Pupuk Indonesia Support Teluk Bintuni Jadi Kawasan Industri Migas

Written By Indopetronews on Friday, 2 December 2016 | 15:29

indoPetroNews- Rencana pengembangan kawasan industri minyak dan gas bumi (migas) di Teluk Bintuni, Papua Barat, akan segera menjadi kenyataan. Pasalnya, ​PT Pupuk Indonesia (Persero) telah mengambil ancang-ancang untuk mendukung program pengembangan kawasan tersebut. Bersama-sama dengan tim dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian, Pupuk Indonesia telah melakukan kajian berupa skema proyek, keekonomian proyek serta proyeksi kebutuhan gas bumi.

“Berdasarkan kajian tersebut, untuk pengembangan Tahap-1 di Bintuni kami akan mengembangkan industri Petrokimia, yaitu methanol dan berbagai turunannya seperti ethylene, propylene, polyethylene dan polypropylene. Untuk tahap kedua, kita akan kembangkan pupuk NPK,” kata Wijaya Laksana, Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia, kepada wartawan, Jumat (2/12/2016) di Jakarta.

Untuk pengembangan proyek tersebut, pasokan gas yang dibutuhkan adalah sekitar 124MMSCFD, dengan harga keekonomian yang ideal adalah sekitar USD3 per MMBTU.

“Untuk mendukung keekonomian proyek, kami juga berharap dukungan pemerintah dalam membangun infrastruktur kawasan,” kata Wijaya.

​Sebelumnya, Pupuk Indonesia bermaksud mendirikan pabrik pupuk urea baru di kawasan tersebut, namun melihat kondisi pasar internasional saat ini, proyek tersebut menjadi kurang prospektif. “Harga komoditi urea sedang anjlok dan harga gas kita masih cukup tinggi dibandingkan negara lain sehingga produk urea kita sulit bersaing, maka kami berencana beralih mengembangkan produk petrokimia,” jelas Wijaya. Untuk itu, Pupuk Indonesia pada Oktober lalu telah mengajukan permohonan alokasi dan harga gas industri kepada Menteri ESDM. Alokasi yang diminta adalah 130 MMSCFD dengan harga US$3.

Menurut rencana, proyek pengembangan tersebut akan dibangun di kawasan Kabupaten Teluk Bintuni dengan luas lahan sekitar 2.112 Ha. Dan untuk itu Pupuk Indonesia telah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk pembangunan kawasan industri tersebut serta menjadi pengelola kawasan dengan melibatkan anak-anak perusahaan yang bergerak dibidang utilitas dan logistik seperti PT Pupuk Indonesia Energi dan PT Pupuk Indonesia Logistik. “Kami juga telah melakukan diskusi dengan sejumlah mitra strategis untuk proyek tersebut,” kata Wijaya.

Seperti diberitakan, pemerintah akan menjadikan Teluk Bintuni, Papua Barat, sebagai salah satu dari 14 kawasan pembangunan industri prioritas.

"Utamanya industri migas dan pupuk," kata Adie Rakhmanto Pandiangan, Kasubdit Pengembangan Wilayah Industri Kemenperin, dalam acara Business Forum Oil & Gas 2016 dengan tajuk "Strategi Pengembangan & Pemerataan Infrastruktur Penunjang Migas Kawasan Indonesia Timur Dalam Menunjang Ketahanan Energi Nasional" pada Rabu (30/11/2016) di Jakarta. Bahkan harga gas yang ditawarkan kepada pelaku bisnis sebesar 3,5 USD per MMBTU, khusus di Teluk Bintuni.

Dia juga menyatakan bahwa gas diambil dari BP Tangguh. "Alokasinya sekitar 180 mmscfd untuk tahap pertama. Tahap selanjutnya sebesar 360 mmscfd," jelas Ade Rakhmanto, sembari mengimbuhkan bahwa soal kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) akan dikerjasamakan dengan SMK dan Sekolah Politeknik yang telah ada. "Atau kita ambil lulusan politeknik di Morowali, Sulawesi," papar Ade Rakhmanto. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login