IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Sidang OPEC Ketok Palu Pengurangan Produksi

Sidang OPEC Ketok Palu Pengurangan Produksi

Written By Indopetronews on Friday, 2 December 2016 | 10:06

indoPetroNews- Pengurangan total produksi minyak mentah disepakati oleh The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak.

Keputusan tersebut secara bulat tercapai setelah Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, menyetujui usulan tersebut dan bersedia membiarkan Iran tidak ikut dalam kesepakatan.

Kesepakatan yang terjadi dalam pertemuan di Ibu Kota Wina, Austria, pada Rabu (30/11/2016), adalah kesepakatan pertama OPEC sejak 2008.

Keputusan ini sesuai kesepakatan dicapai dalam pertemuan di Aljazair September lalu, yakni OPEC akan mengurangi produksi hingga sekitar 1,2 juta barel sehari, dari 33,6 juta barel menjadi 32,5 juta barel per hari. Keputusan itu diperuntukan sebagai satu strategi untuk menaikkan kembali harga minyak mentah yang turun drastis sejak medio 2014.

Sebelum mengikuti pertemuan OPEC di Wina itu, Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih, mengatakan negaranya siap menerima kesepakatan pengurangan produksi. OPEC menghasilkan sepertiga dari keseluruhan produksi minyak dunia.

"Saya pikir ini hari baik bagi pasar minyak, industri dan seharusnya juga hari bagus buat perekonomian global," kata Falih kepada wartawan, beberapa saat setelah keputusan disepakati. Al-Falih menambahkan,"Saya kira kesepakatan itu bakal menggenjot pertumbuhan ekonomi dunia."

Dengan kesepakatan tersebut, Arab Saudi akan memotong produksinya hampir 0,5 juta barel tiap hari. Sedangkan Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar secara keseluruhan mengurangi 0,3 juta barel.

Irak, yang semula ngotot meminta kuota produksi lebih tinggi untuk mendanai perang melawan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), secara tidak terduga bersedia menurunkan produksinya sampai 0,2 juta barel sehari.

Iran tetap diizinkan menggenjot produksi minyaknya sedikit lebih tinggi ketimbang level bulan lalu. Negara para Mullah ini menyatakan pihaknya perlu meningkatkan pasar minyak setelah baru bebas dari sanksi ekonomi Barat Januari tahun ini.

Qatar, kini menjadi presiden OPEC, mengungkapkan produsen minyak non-OPEC juga bersedia mengurangi produksi mereka hingga 0,6 juta barel per hari, di mana Rusia menyumbang pengurangan produksi minyak sekitar 0,3 juta barel. Keputuan Rusia ini yang pertama dalam 15 tahun terakhir. Azerbaijan dan Kazakhstan juga bersepakat ikut dalam keputusan ini.

Alhasil, total pengurangan produksi minyak oleh OPEC dan non-OPEC sekitar 1,8 juta barel per hari. Kesepakatan ini mulai diberlakukan secara aktif Januari 2017. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login