IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » SP FKPPA Pertamina Tolak Pembentukan Anak Perusahaan Shipping

SP FKPPA Pertamina Tolak Pembentukan Anak Perusahaan Shipping

Written By Indopetro portal on Wednesday, 28 December 2016 | 14:12

indoPetroNews- Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja dan PeIaut Aktif (SP FKPPA) Pertamina menolak upaya pembentukan Anak Perusahaan Shipping. Pasalnya, hal tersebut dinilai bertentangan dengan cita-cita Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

"Sangat disayangkan misi mulia menjaga kelancaran Distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri dalam rangka menjaga semangat mewujudkan Indonesia yang sabagai Poros Maritim Dunia dengan menjadikan Pertamina Shipping sebagai Pelayaran KeIas Dunia, telah diusik oleh pembentukan Anak Perusahaan Shipping yang prematur," kata Ketua Umum SP FKPPA Pertamina, Sofyani Faisol kepada sejumlah wartawan, Selasa (27/12/2016) di Jakarta.

lronisnya, kata Sofyani, justru disaat Partamina Shipping sedang berbenah memperbaiki diri dengan mendatangkan atau membuat kapal-kapal baru dengan teknologi kelas dunia dan diawaki kru kapal dari anak negeri sendiri yang mempunyai kompetensi berkelas dunia, pada saat bersamaan pula shipping dipecah membentuk anak perusahaan baru. "Padahal Pertamina sendiri teIah mempunyai anak usaha yang bergerak di bidang pelayaran yaitu PT. Pertamina Trans
Kontinentai (PTK)," tandasnya..

Seperti diketahui, saat ini Pertamina memiliki 67 Armada kapal milik dan 200 lebih armada kapal charter untuk memastikan distribusi BBM sampai ke pelanggan dengan continuity of supply. safety dan quality yang telah memenuhi standar internasional sebagai komitmen membentuk pelayaran Indonesia tumbuh sebagai Pelayaran Kelas Dunia. Walaupun dahulunya pada 1990 Pertamina mempunyai 200 lebih armada kapal milik yang dinaungi oleh Direktorat PKK (Perkapalan Komunikasi dan Kebandaran).

Tugas pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) Nasional telah dijalankan dengan baik selama lebih dari 55 tahun dan tidak hanya di daerah atau pelabuhan besar melainkan juga daerah atau pelabuhan remote, seperti Tual, Kaimana, Natuna, Waingapu, dan lain sebagainya yang supply melalui jalur laut menggunakan kapal-kapal milik Pertamina tetap berkomitmen menyediakan BBM walaupun dalam kondisi alam yang tidak bersahabat.

Dia menegaskan, jika ingin membentuk shipping berkelas dunia haruslah Pertamina
Shipping yang sekarang diperkuat dengan menjadikannya Direktorat sebagai pijakan untuk menjadikan Indonesia Poros Maritim Dunia.

"Penandatangan dan pembentukan anak perusahan Shipping (PT Pertamina International Shipping) adalah Iangkah yang terburu-buru," tegas Sofyani. Karena itu, SP FKPPA menilai hal tersebut bisa menjadi sebagai embrio melanggengkan masuknya Shipping manajemen di dalam tubuh anak perusahaan shipping tersebut. Padahal pada 2008 hingga 2011 Pertamina pernah menyerahkan setengah kapal miliknya untuk dikelola oleh shipping management yaitu OSM Ship Management.

AIhasiI, imbuh Sofyani, kapal-kapal yang diserahkan tersebut kembali ke Pertamina dalam keadaan yang kondisinya tidak lebih baik dan sangat memperhatinkan saat diserahkan. Bahkan sebagian kapal mangkrak tidak dapat dioperasikan. "Tidak hanya kapalnya saja akan tetapi budaya fraud penyalahgunaan serah terima BBM seolah-olah menjadi budaya yang pasti terdapat di kapal-kapal yang diserahkan sehingga berimbas pada culture/budaya pengabdian menjadi budaya maling," tegasnya.

Menyikapi hal tersebut, pihak Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja dan PeIaut Aktif (SP FKPPA) Pertamina, menyatakan sikap dan mendesak Presiden Republik Indonesia untuk mengevaluasi kinerja Menteri BUMN yang mana melalui Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata pada 4 Desember 2015 di kementerian BUMN menyatakan, yang “Pembentukan Anak Perusahaan Shipping bukanlah hal yang urgent.

"Menteri BUMN untuk menghentikan semua proses pembentukan Anak Perusahaan Shipping sebelum Pertamina Shipping dijadikan Direktorat," ujar Sofyani.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada seluruh kalangan internal dan ekstemal perusahaan terkait dalam pembentukan Anak Perusahaan Shipping dapat mengedepankan komitmen untuk bermitra secara baik dan harmonis kepada FSPPB dan Serikat Pekerja sehingga kesepakan yang telah di buat tidak diingkari secara sepihak. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login