IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Wakil Kepala SKK Migas : KPI SKK Migas 2016 Bisa Tercapai

Wakil Kepala SKK Migas : KPI SKK Migas 2016 Bisa Tercapai

Written By Indopetronews on Thursday, 15 December 2016 | 08:29

indoPetroNews- Capaian produksi minyak dan gas bumi (migas) pada 2016 di atas 800.000 barel minyak per hari. Yang menjadi Key Performance Indicators (KPI) SKK Migas 2016 terdapat beberapa item. Diantaranya adalah capaian penahanan laju penurunan produksi ditargetkan di bawah 5%.

“Untuk laju penurunan produksi pada tahun 2016 kita dapat declain 5,8%,” kata Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), M. I Zikrullah dalam acara Rapat Kerja SKK Migas pada Rabu (14/12/2016) di Jakarta.

Untuk peningkatan cadangan migas ditargetkan 60%. “Kita sering menyebutnya reserve replacement ratio (RRR), yang seharusnya 100% atau di atas 100% kalau bisa. Tetapi karena kondisi subsurface dan eksplorasi yang dari hari ke hari tidak mudah maka capaian kita berada pada kisaran 60%. Ini juga di atas target,” papar Zikrullah.

Dan yang paling menggembirakan, lanjut Zikrullah, adalah capaian dari sisi produksi. “Produksi berdasarkan WP&B itu 817.000 barrel oil per hari,” katanya. Dalam APBNP adalah 820.000 barel minyak per hari. Sedangkan liftingnya 828.000 barel minyak per hari.

Diakuinya bahwa lifting dari tahun ke tahun tidak persis sama dengan produksi. “Ini pun hasilnya di atas 100%,” tandasnya.

Sementara untuk realisasi lifting gas di dalam WP&B adalah 6.291 MMSCFD atau di dalam APBNP 6.440 MMSCFD. Capaiannya 6,5 TCF. “Ini berkat kerja kita semua,” katanya.

Untuk realisasi lifting minyak dan gas di WP&B sebesar 1.970.000. “Dan capaiannya di atas dua juta,” katanya.

Kendati demikian Zikrullah mengakui bahwa di luar kewenangan pihak SKK Migas adalah harga minyak bumi. “Capaian realisasi penerimaan negara tidak simetris dengan capaian produksi atau liftingnya. Penerimaan negara hampir US$8 miliar. Dan capaiannya berdasarkan WP&B adalah US$8,8 miliar. Memang kalau melihat pada APBNP, ini belum tercapai,” katanya. Tetapi ada alasan untuk disampaikan bahwa ketidaktercapaian penerimaan migas ini semata-mata karena harga dari minyak itu sendiri yang berada di kisaran US$40 per barel.

Sedangkan realisasi cost recovery di bawah atau lebih tinggi dari yang ditargetkan, khususnya cost recovery di APBNP. “Kalau di WP&B capaiannya sebetulnya tidak mencapai 100%, sebetulnya jadi positif. Karena yang ditargetkan adalah hampir mencapai US$13 miliar, sedangkan yang dicapai US$11,9 miliar. Kira-kira 92,25. Sedangkan dari sisi APBNP kegiatan ini melebihi. Karena yang ditargetkan terakhir oleh Menteri Plt ESDM (Luhut Binsar Panjaitan) adalah US$10 miliar,” kata Zikrullah, sembari menegaskan bahwa secara keseluruhan KPI SKK Migas untuk tahun 2016 atau outlook 2016 dapat tercapai. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login