IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Wamen ESDM : Revisi PP 79 2010 Segera Dirilis ke Publik

Wamen ESDM : Revisi PP 79 2010 Segera Dirilis ke Publik

Written By Indopetro portal on Tuesday, 20 December 2016 | 08:25

indoPetroNews- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengungkapkan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2010 akan segera dikeluarkan dan diumumkan ke publik.

Sebagai informasi, PP Nomor 79 Tahun 2010 Tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Menurut Arcandra, Senin sore ini (19/12/2016) sedang dirapatkan di Kementerian Keuangan bersama Ibu Sri Mulyani.

"Semoga hari ini bisa tuntas. Masukan dari IPA juga sudah kita sampaikan," tandas mantan Menteri ESDM, yang menjabat 20 hari ini.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, revisi PP Nomor 79 Tahun 2010 itu melingkupi lima hal, yaitu:

Diberikan fasilitas perpajakan pada masa eksplorasi yaitu, PPN impor dan Bea Masuk serta PPN Dalam negeri dan PBB;
Diberikan fasilitas perpajakan pada masa eksploitasi yaitu, PPN Impor dan Bea Masuk PPN Dalam Negeri dan PBB (hanya dalam rangka pertimbangan keekonomian proyek);
Pembebasan PPh Pemotongan atas pembebanan Biaya Operasi Fasilitas Bersama (cost sharing) oleh kontraktor dalam rangka pemanfaatan Barang Milik Negara di bidang hulu migas dan alokasi biaya overhead kantor pusat;
Pemberian fasilitas perpajakan tersebut diatur dalam Peraturan Menterian Keuangan ;
Adanya kejelasan fasilitas-fasilitas non fiskal (investment credit, depresiasi dipercepat, DMO Holiday); dan
Konsep bagi hasil penerimaan negara menggunakan skema sliding scale dimana pemerintah mendapatkan bagi hasil yang lebih apabila harga minyak meningkat secara sangat tinggi dimana terjadi windfall profit.

Sri Mulyani berharap dengan adanya revisi PP Nomor 79 tahun 2010 ini kegiatan sektor hulu migas akan menjadi lebih menarik.

Ia menyebutkan, berdasarkan kalkulasi dari tim untuk membandingkan rezim PP Nomor 79 Tahun 2010 dengan apabila berbagai fasilitas insentif tersebut akan diterapkan maka nilai keekonomian proyek akan meningkat yaitu internal rate of return (IRR) akan meningkat dari 11,59 menjadi 15,16 persen.

“Dengan adanya dukungan pemberian fasilitas perpajakan maupun non perpajakan di masa eksplorasi dan insentif non fiskal berupa investment credit, depresiasi maupun DMO Holiday dengan IRR 15,16% diharapkan sektor hulu minyak dan gas akan lebih atraktif sehingga akan muncul investor-investor dengan investasi baru yang pada akhirnya akan menaikkan produksi minyak di Indonesia,” tandas Menteri Sri Mulyani. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login