IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Beberapa Faktor Pengaruhi Harga Minyak

Beberapa Faktor Pengaruhi Harga Minyak

Written By Indopetro portal on Thursday, 19 January 2017 | 15:17

indoPetroNews- Terdapat beberapa variabel yang turut serta ikut mempengaruhi harga minyak mentah di pasar dunia. Apa saja faktornya?

Menurut peneliti dari Dana Mitra Lingkungan, Afif, ada empat hal yang menjadikan harga sangat menentukan fluktasinya harga minyak. "Pertama adanya tingkat produksi negara-negara penghasil minyak terutama OPEC dan temuan cadangan minyak mentah baru," kata Afif kepada sejumlah media, Kamis (19/1/2017) di Jakarta. Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) sebagai sebuah kartel mampu mempengaruhi harga minyak dunia secara signifikan dengan menyepakati perubahan lifting minyak bumi.

Kedua, lanjut Afif, adanya dinamika politik di negara-negara penghasil minyak, terutama di Timur Tengah. "Instabilitas politik dalam sejarahnya sangat mempengaruhi harga minyak. Isu yang berpengaruh saat ini terkait adanya ISIS (Islamic State of Iraq and Syria)," paparnya..

Ketiga, ungkap Afif, adanya pergerakan nilai dollar Amerika. Dalam beberapa kajian akademis pergerakan nilai dolar akan berpengaruh terbalik dengan dengan pergerakan harga minyak bumi. Keempat, imbuhnya, munculnya spekulan dapat mempengaruhi harga minyak mentah dengan melakukan pembelian minyak besar-besaran melalui kontrak berjangka (futures contracts). Kelima, kata Afif, adanya pertumbuhan ekonomi Cina.

"Cina tumbuh sebagai raksasa ekonomi membutuhkan asupan energi untuk menggerakkan perekonomiannya dengan konsumsi minyak mentah 11,1 juta bph, nomor dua setelah Amerika Serikat dengan 19juta bph," paparnya.

Sebagai catatan, pada rentang semester I 2014, harga minyak dunia standar WTI (West Texas Intermediate) masih berkisar diatas US$ 100 per barel namun pada akhir Januari 2015 harga minyak turun ke level US$ 44 per barel.

Harga minyak terendah terjadi pada Februari 2016 mencapai US$ 26.2 per barel. Awal Desember 2016 harga minyak dunia mengalami kenaikan tertinggi sejak Juli 2015 ke harga USS 55,33 per barel untuk standar Brent dan standar WTl US$ 52,16. Hal tersebut disebabkan oleh kesepakatan OPEC yang memberi dorongan pasar untuk berspekulasi dalam memperoleh tingkat harga yang lebih tinggi. WTI sempat menyetuh nilai tertingginya US$ 54,06 pada 28 Desember 2016. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login