IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Belum Terisinya Posisi Dirut Pertagas Terganjal Ide Struktur Baru

Belum Terisinya Posisi Dirut Pertagas Terganjal Ide Struktur Baru

Written By Indopetro portal on Monday, 23 January 2017 | 11:23

www.indopetronews.com -- Tabir dan alotnya penunjukan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Gas (Pertagas) sedikit demi sedikit mulai terkuak. Tidak terisinya posisi kursi orang nomor satu Pertagas tersebut dinilai tidak terlepas dari pembentukan struktur baru di tubuh Pertamina oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Sayangnya, penambahan kursi Wakil Dirut dan Direktur tersebut justru tidak mampu mendongkrak kinerja perseroan. Sebaliknya, direksi jumbo malah melahirkan perseteruan antar kubu.

“Terkesan kental semakin menguatnya perang terselubung antar kubu Dirut Pertamina dan kubu Wadirut. Bahkan mungkin saja publik membacanya suasana ini memang dikehendaki oleh Menteri BUMN guna mengkerdilkan kewenangan Dirut Pertamina,” kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman kepada media, Senin (23/1/2017) di Jakarta.

Sebelumnya, penambahan Direksi Pertamina sempat heboh lantaran salah seorang Dewan Komisaris yang mengusulkan penambahan itu sedang berada di luar negeri karena turut serta mendampingi kunjungan kerja Dirut Pertamina. Namun tidak lama setelah pengusulan tersebut, Hendra Jaya sebagai Dirut Pertagas langsung diberhentikan.

Yusri mengaku khawatir adu kuat Direksi Pertamina sejauh ini telah berimplikasi pada kinerja perusahaan yang semakin terpuruk. Apalagi, lanjutnya, penempatan salah satu Direksi Pertamina bukan berlatarbelakang sesuai bidangnya. Alhasil, impor BBM terpaksa terus mengalami kenaikan. “Contohnya Direktur Pengolahan yang dijabat oleh berlatarbelakang pemasaran. Akibatnya sejak 2 Desember 2016 sampai sekarang sudah terjadi 5 kilang totally blak out (TBO) alias berhenti beroperasi total yang terdiri kilang RU II Dumai, RU IV Cilacap dan 3 kali untuk RU V Balikpapan. Ini tidak pernah terjadi dalam sejarah selama umur Pertamina berdiri,” ujarnya.

Sebagai catatan, Hendra Jaya dicopot sebagai Dirut Pertagas sejak September 2016. “Dia (Hendra) sejak 31 Agustus sudah berakhir masa kontraknya. Kalau setahu saya, memang kontraknya sampai 31 Agustus dan tidak diperpanjang,” kata VP Corporate Communication Wianda Pusponegoro, Senin (5/9/2016).

Namun Wianda enggan menjelaskan alasan di balik keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang tak memperpanjang jabatan Hendra. Biasanya seorang Dirut kalau sudah selesai maka langsung disiapkan. Bisa tiga sampai empat calon biasanya. Dan itu mungkin lagi proses,” ujar Wianda. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login