IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Dana Pengembangan EBT Disupport dari Dana Sawit

Dana Pengembangan EBT Disupport dari Dana Sawit

Written By Indopetronews on Thursday, 19 January 2017 | 15:29

indoPetroNews- Pungutan dana terhadap ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya dipergunakan untuk mendorong pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

"Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) merupakan badan Layanan Umum di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan yang diberikan wewenang untuk melakukan pungutan terhadap ekspor CPO dan produk turunannya," Direktur Utama (Dirut) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) Bayu Krisnamurthi kepada sejumlah media, Kamis (19/1/2017) di Jakarta.

Untuk menjamin akuntabilitas, kemudahan, kepastian pengelolaan dana sawit, ungkap Bayu, BPDPKS bermitra dengan SUCOFINDO dalam melakukan verifikasi untuk memastikan jenis, jumlah barang dan jumlah pungutan dana perkebunan kelapa sawit telah sesuai dengan Permendag nomor : 54/M-DAG/PER/7/2015 tentang Verifikasi atau Penelusuran Teknis Terhadap Ekspor Kelapa Sawit, Crude Palm Oil (CPO), dan produk turunannya serta pemastian terhadap jumlah pungutan sesuai dengan Permenkeu nomor : 133/PMK.05/2015 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Pada Kementerian Keuangan.

Saat ini SUCOFINDO memiliki 64 kantor pelayanan dan 25 Laboratorium terakreditasi ISO 17025 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai Lembaga Inspeksi, SUCOFINDO juga telah terakreditasi ISO 17020 dengan register nomor : LI 062 IDN. Sebagai Lembaga Inspeksi SUCOFINDO mempunyai ruang lingkup kompetensi diberbagai bidang, yaitu Pertanian dan Produk Pertanian, Bahan Alam dan Produk Kilang, dan Barang-barang Manufaktur. Laboratorium SUCOFINDO terakreditasi pada ruang lingkup : Kelapa Sawit/CPO dan Produk Turunannya, Minyak Kelapa, Makanan/Minuman, Bio Diesel dan Bahan Bakar, dan lainnya.

Dalam kegiatan Verifikasi/Penelusuran Teknis Ekspor Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO), dan produk turunannya, pihak BPDPKS bekerjasama dengan SUCOFINDO, Bank Mandiri, BRI dan BNI yang didukung oleh Aplikasi Layanan Elektronik Pembayaran Pungutan Dana Sawit untuk menjamin akuntabilitas, kemudahan dan kepastian dalam pengelolaan pungutan dan kegiatan verifikasi.

"SUCOFINDO dan BPDPKS berupaya memastikan ekspor kelapa sawit, CPO dan produk turunannya terlaksana sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai dan memberi manfaat sebesar besarnya kepada semua pihak, serta memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan ekspor yang bernilai tambah tinggi," ujar Bayu.

Sebagai catatan, untuk 2017, Dana Sawit diproyeksikan mampu dan akan terus mendukung program Biodiesel 20 persen (B20) dan mentargetkan penggunaan biodiesel berbahan baku sawit dalam negeri. Program B20 adalah kewajiban mencampur 20 persen biodiesel sawit pada setiap minyak diesel (solar) yang dijual.

Dana yang disiapkan untuk dukungan tersebut mencapai Rp 9,6 triliun. Dengan asumsi, Crude Oil = US$50-60/barrel, CPO USD650750/ton, sehingga subsidi per liter Iebih kecil dari tahun 2016 yang mencapai +/Rp 4500-5500/liter.

Lebih jauh Bayu mengutarakan bahwa cangkang dan bungkil sawit sanga besar jumlahnya. "5 juta ton biomassa sawit diekspor untuk green fuel," katanya. Bahkan, lanjutnya, Jepang berencana untuk mengimpor sebanyak 30 - 40 juta ton biomassa. Sebagai catatan, Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan program mandatori biodiesel 20 persen. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login