IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Dirut BPDP : Dana Sawit Terus Dukung Program B20

Dirut BPDP : Dana Sawit Terus Dukung Program B20

Written By Indopetro portal on Wednesday, 11 January 2017 | 16:00

indoPetroNews- Pada 2017, Dana Sawit diproyeksikan mampu dan akan terus mendukung program Biodiesel 20 persen (B20) dan mentargetkan penggunaan biodiesel berbahan baku sawit dalam negeri. Program B20 adalah kewajiban mencampur 20 persen biodiesel sawit pada setiap minyak diesel (solar) yang dijual.

"Dana yang disiapkan untuk dukungan tersebut mencapai Rp 9,6 triliun. Dengan asumsi, Crude Oil = USD50-60/barrel, CPO USD650750/ton, sehingga subsidi per liter Iebih kecil dari tahun 2016 yang mencapai +/Rp 4500-5500/liter," kata Direktur Utama (Dirut) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) Bayu Krisnamurthi kepada sejumlah media, Selasa (10/1/2017) di Jakarta. Dukungan dana untuk peremajaan kebun rakyat besaran dananya sama dengan 2016, yaitu sekitar Rp 400 milyar, ditambah dukungan untuk pengembangan sarana prasarana petani Rp 160 milyar.

"Total dukungan dana yang Iangsung akan diterima petani mencapai Iebih dari Rp 560 miliar," ujar Bayu. Dukungan dana riset dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) akan mencapai Rp 160 miliar untuk membiayai riset yang telah dimulai 2016 maupun riset baru, serta promosi dan diplomasi Rp 65 miliar.

Dia juga mengutarakan bahwa fokus pada pasarnya meliputi India, Pakistan, Belanda dan China. Selain itu, imbuhnya, ditambah perhatian khusus pada pasar ltalia, Spanyol, dan AS. "Total penerimaan Dana Sawit 2017 diproyeksikan moderat mencapai Rp 10,3 triliun dengan saldo kewajiban dan cadangan dana 2016 mencapai Rp 5,7 triliun," ujarnya.

Lebih jauh Bayu mengutarakan bahwa cangkang dan bungkil sawit sanga besar jumlahnya. "5 juta ton biomassa sawit diekspor untuk green fuel," katanya. Bahkan, lanjutnya, Jepang berencana untuk mengimpor sebanyak 30 - 40 juta ton biomassa. Sebagai catatan, Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan program mandatori biodiesel 20 persen.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Rida Mulyana mengatakan negara tetangga yaitu Malaysia baru menerapkan program mandatori biodiesel 7 persen (B7). "Indonesia memang negara dengan produksi biodiesel terbesar jadi bisa kita menjadi pionir kedepannya, dunia menunggu konsistensi kita," katanya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login