IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » IPP Makin Dominasi Kelistrikan Nasional

IPP Makin Dominasi Kelistrikan Nasional

Written By Indopetro portal on Wednesday, 25 January 2017 | 16:15

indoPetroNews- IPP (Independent Power Producer) makin mendominasi kelistrikan di Indonesia. Padahal Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan disebutkan bahwa IPP hanya bersifat berpartisipasi.

"Faktanya, sekarang mendominasi," kata Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PT PLN (Persero), Jumadis Abda kepada sejumlah media, disela-sela Rapat Akbar SP PLN pada Rabu (25/1/2017) di PT PLN Pusat, Jakarta. Bila mendominasi maka kontraknya adalah take or pay.

SP PLN menggelar Rapat Akbar, yang diikuti oleh 6.500 peserta pegawai di anak-anak perusahaan PLN dari Sabang - Merauke, pada 24 - 25 Januari 2017. Mereka menyuarakan aspirasi yang menjadi haknya, sebagaimana diatur dalam pasal 28 UUD 1945 untuk menyampaikan pendapat dimuka umum.

Selanjutnya Jumadis menyatakan, bila sistemnya take or pay, maka diambil atau tidak diambil harus bayar. "Ini di Palembang, Sumatera Selatan. Pembangkit yang mahal dioperasikan, yang punya IPP. Sedang yang murah, yang punya PLN itu dimatikan," ujarnya. Dan tentu saja hal ini merugikan PLN. Bahkan tarif listrik pun akan naik.

Lebih jauh Jumadis mengungkapkan bahwa kasus Palembang Sumsel tersebut telah merugikan negara. "Kerugian diperkiran mencapai Rp 500 miliar per tahun," tambah Jumadis. Bila IPP semakin bertambah maka semakin menambah kerugian bagi PLN. "Ini pasti dibebankan kepada tarif harga listrik," cetusnya. Oleh karena, pihaknya berharap Direksi PLN bisa mengikuti perundang-undangan yang berlaku.

Jumadis juga menyoroti soal program 35.000 MW yang juga didominasi IPP dan berpotensi merugikan keuangan PLN sebesar Rp 140 triliun/tahun. Di samping itu, juga rencana reorganisasi PLN yang mengarah pada konsep Holding Murni yang akan menjadikan Unit Induk PLN Distribusi dan Wilayah sebagai Anak Perusahaan. Masalah tersebut, ungkap Jumadis, berpotensi jadikan biaya lebih mahal untuk rupiah per kWh jual kepada masyarakat atau pelanggan yang berakibat pada lemahnya pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka di Jakarta, Rabu (25/1/2017) menyatakan bahwa sebenarnya PLN sudah mampu untuk membangun pembangkit listrik sendiri. "Apalagi PLN saat ini sudah untung," katanya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login