IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Kepala SKK Migas : Kita Tidak Beri Masukan pada Revisi UU Migas

Kepala SKK Migas : Kita Tidak Beri Masukan pada Revisi UU Migas

Written By Indopetro portal on Thursday, 5 January 2017 | 11:16

indoPetroNews- Revisi Undang-undang (RUU) Minyak dan Gas (Migas) Nomor 22 Tahun 2001 sejatinya harus dipelajari betul plus-minusnya. Jangan sampai mengulang kesalahan-kesalahan yang telah ada pada masa sebelumnya.

"Indonesia ini telah 130 tahun mempunyai pengalaman sebagai negara yang mengelola minyak dan gas bumi," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, kepada indoPetroNews.com Kamis (5/1/2017) di lantai 36 Wisma Mulia, Jakarta.

Undang-undang yang sekarang seperti apa. "Harus dipelajari betul kayak apa," imbuh Amien. Karena perjalanan sejarahnyapun cukup panjang. Bahkan dimulai sejak masa kolonial,hingga masa sekarang. Dan bagaimana implementasinya. "Prinsipnya continuously improvement," ujarnya.

Dia mengungkapkan pihaknya tidak akan memberikan masukan terkait poin-poin apa yang krusial dalam persoalan migas, jika tidak diminta. "Kita tidak memberikan input bila tidak diminta. Lembaga ini (SKK Migas --red.) kan lembaga pelaksana saja. Jadi, kita hanya melaksanakan apa yang telah diputuskan saja. Silakan saja diperdebatkan. Nanti kita yang melaksanakan putusannya," paparnya.

SKK Migas adalah lembaga yang mengawasi para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) di aspek hulu migas. Jadi, bukan lembaga yang akan turut serta menentukan regulasinya.

Amien juga mengemukakan bahwa posisi SKK Migas di masa mendatang adalah lembaga seperti sekarang. "Tentu struktur kelembagaannya harus diperkuat. Soal nanti lembaganya ada di mana ya terserah saja. Apakah ada di Pertamina atau menjadi lembaga khusus. Menjadi lembaga juga tentu baik juga," kata Amien, seraya menambahkan bahwa dimanapun lembaga SKK Migas akan berada maka orang-orangnya harus profesional dan berkualitas yang terbaik.

"Bila nantinya SKK Migas ada di dalam Pertamina, maka personel harus lebih berkualitas dari orang-orang Pertamina," tegas Amien.

Ia lebih lanjut mengutarakan pihaknya tidak mau ambil pusing dengan posisi SKK Migas akan berada di mana sepanjang fungsinya sebagai lembaga yang mengontrol dan mengawasi para Kontraktor KKS tetap ada.

Lebih jauh, Amien juga memaparkan terkait tantangan industri hulu migas pada tahun 2017. "Ada pada sektor produksi dan eksplorasi. Karena itu, kita hanya akan membantu para Kontraktor KKS yang mempunyai duit dalam operasi migas. Yang tidak punya duit, ya untuk apa dibantu," tandasnya. Sebab pada masa lalu, ada beberapa pihak yang tidak mempunyai duit tetapi dibantu dalam menjalankan bisnis hulu migas. "Dan cara seperti ini tentu akan terjadi lagi saat ini," tegas Amien. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login