IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Ketua YLKI : Pencabutan Subsidi Listrik Timbulkan Gejolak Sosial

Ketua YLKI : Pencabutan Subsidi Listrik Timbulkan Gejolak Sosial

Written By Indopetronews on Friday, 6 January 2017 | 14:05

indoPetroNews- Awal 2017 PT PLN (Persero) mengeluarkan regulasi yang mencabut subsidi listrik. Kontan saja pencabutan mendapat reaksi keras dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Apa responnya?

"Semestinya pemerintah memperjelas terlebih dahulu kriteria warga yang pantas mendapatkan subsidi bagi pengguna listrik 900 VA agar tidak ada kecemburuan sosial di masyarakat," kata Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi kepada media, Jumat (6/1/2017) di Jakarta.

Selama ini para pengguna listrik dengan kapasitas 900 VA kurang terorganisir sehingga tidak jelas apakah mereka termasuk dalam golongan orang-orang yang berhak menerima subsidi. "Maka dari itu pencabutan subsidi listrik ini harus memperhatikan faktor-faktor tersebut agar tidak terjadi gejolak di masyarakat," tegas Tulus.

Seperti diketahui, terhitung sejak 1 Januari 2017, PT PLN akan menaikkan tarif listrik bagi pelanggan 900 volt ampere (VA) yang dinilai tidak layak menikmati subsidi. Kenaikan tarif dilakukan bertahap, mulai 1 Januari, 1 Maret, dan 1 Mei. Terhitung mulai 1 Juli 2017, tarif mereka akan dinaikkan bersamaan dengan 12 golongan tarif lainnya yang mengalami kenaikan tiap bulan.

Penaikan tarif listrik setiap bulan berdasarkan tiga indikator, yakni kurs, ICP, dan inflasi. Ke-12 golongan tarif tersebut diantaranya adalah rumah tangga TR daya 1.300 VA, rumah tangga TR 2.200 VA, rumah tangga TR 3.500-5500 VA, rumah tangga TR 6.600 VA ke atas. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login