IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Koordinator CBA : Pemenang Lelang KESDM Kok Perusahaan Itu Itu Saja!

Koordinator CBA : Pemenang Lelang KESDM Kok Perusahaan Itu Itu Saja!

Written By Indopetro portal on Monday, 9 January 2017 | 17:18

indoPetroNews- Kementerian ESDM (KESDM) di tahun 2016 menjalankan 4 proyek terkait penyusunan studi kelayakan untuk pembangkit listrik. Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Ditjen Energi Baru,Terbarukan dan Konservasi Energi tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp.2,470,232,500

Dalam proyek tersebut Center for Budget Analysis (CBA) menemukan kejanggalan yang berpotensi merugikan negara. Selain kejanggalan juga dugaan "Mark up" atau kelebihan anggaran, ditemukan. 
"Proyek yang bernama penyusunan studi kelayakan untuk pembangkit listrik pemenang lelang perusahaan itu lagi, itu lagi. Kementerian ESDM seperti milik mereka," kata Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman kepada wartawan, Senin (9/1/2017) di Jakarta. 
Pemenang lelang yang pertama, papar Jajang, adalah perusahaan PT Kwarsa Hexagon yang beralamat di Jl. Rancabolang No.36 – Bandung (kota) Jawa Barat mendapat dua jatah proyek di daerah provinsi Jawa Timur untuk waduk pondok dan waduk singiran, dan Provinsi Yogyakarta untuk waduk Sermo. "Potensi kerugian negara dalam lelang ini sebesar Rp. 4,407,500 karena pihak kementerian ESDM, lebih memilih harga penawaran yang lebih Tinggi dan mahal," ujar Jajang. 
Selanjutnya, imbuh Jajang, pemenang lelang yang kedua adalah PT Amythas yang beralamat di Komplek Golden plaza blok E21-22, Jl. RS Fatmawati No. 15, Jakarta – Jakarta selatan (Kota) DKI Jakarta, mendapatkan jatah dua proyek sekaligus pada daerah waduk benel dan waduk telaga tunjung di Provinsi Bali, dan waduk cacaban dan waduk malahayu di Provinsi Jawa Tengah. 
Selain itu, lanjutnya, dalam proyek ini juga ditemukan potensi kerugian uang negara sebesar Rp. 115.095.000. "Karena pihak kementerian ESDM, lebih memilih penawaran harga yang tinggi dan mahal," tandasnya. 
Dari 4 proyek tersebut, ungkap Jajang, total indikasi kerugian negara dalam proyek studi kelayakan untuk pembangkit listrik di tahun 2016 sebesar Rp.119,502,500. Hal ini sangat disayangkan, karena ambisi Presiden Jokowi yang mentargetkan proyek listrik sebesar 35.000 MW sampai 2019. 
Dari temuan di atas, lanjut Jajang, Center for Budget Analysis (CBA), sangat memaklumi harga TDL selalu naik. Karena pada lelang studi kelayakan pembangkit listrik sudah berpotensi ada kerugian negara. "Kami dari CBA mendorong KPK untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut, dan Presiden Jokowi segera mengevaluasi kinerja kementerian ESDM dan jajarannya agar permasalahan listrik di Indonesia, TDL naik bukan karena korupsi," tegas Jajang. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login