IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Menkeu Harapkan Gross Split Dorong Investasi Migas

Menkeu Harapkan Gross Split Dorong Investasi Migas

Written By Indopetro portal on Thursday, 26 January 2017 | 17:23

indoPetroNews- Penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) diharapkan tetap besar. Demikian diutarakan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Ia mengatakan harapannya tersebut seusai menyampaikan keynote speaker dalam acara CIMB Niaga Economic Forum 2017 dengan tajuk "Navigating 2017 Anchoring Expectation, Finding Opportunities" pada Kamis (26/1/2017) di Jakarta. Kebijakan pemerintah di bidang migas adalah menjaga kepercayaan dari para investor.

"Kita bersama Menteri ESDM menjaga confidence agar tetap positif dan baik," kata Sri Mulyani.

Ia melanjutkan, "Saya rasa hubungan antara pemerintah dengan pelaku bisnis migas akan terus dilakukan".

Dari sisi Menteri Keuangan, ungkap Sri Mulyani, pihaknya tetap berharap bahwa minat investasi migas tetap besar dengan skema Gross Split. "Saat ini di bidang migas dan pertambangan kita harapkan dapat berkontribusi pada penerimaan negara," tandasnya.

Lebih jauh Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) memiliki tantangan yang besar, karena penerimaannya semakin mengecil. "Target PNBP tahun 2016 saja sudah turun dibanding 2015," paparnya. Apa penyebabnya? "PNBP sangat tergantung dari harga dan lifting minyak, karena sampai sekarang masih didominasi dari SDA minyak dan gas," ujarnya.

Pada 2017, PNBP dari SDA migas diperkirakan sebesar Rp 63 triliun, dari total PNBP Rp 250 triliun. Padahal, saat harga minyak tinggi, PNBP SDA migas bisa sampai Rp 200 triliun. Belum lagi dengan lifting minyak yang terus menurun. Kata dia, hal serupa juga terjadi pada PNBP dari SDA minerba dan batubara. Pasalnya, dari nonmigas dalam APBN 2017, ditarget Rp 17 triliun.

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah memang memiliki andil besar dalam pemanfaatan SDA tersebut, misalnya dari segi kebijakan tanah, perizinan, dan investasi infrastruktur. Kata dia, swasta sebagai pelaku usaha juga harus mengikutinya dengan menaati ketentuan yang berlaku, termasuk membayar PNBP sebagai kontribusinya kepada negara.

Menurutnya, penerimaan negara dari pemanfaatan sumber daya alam (SDA) di Indonesia masih sangat rendah. Padahal, sektor SDA bisa menyumbang pendapatan negara yang besar, dari kontribusinya dalam membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Naturally, di Indonesia kita punya pertambangan migas, perkebunan, yang semuanya menggambarkan bahwa bumi Indonesia is so rich, yang juga menjadi salah satu pilihan. Meskipun kalau bicara dua sektor ini, kita bicara governance lagi. Dan kalau saya sebagai Menteri Keuangan, saya sedih saja, karena kita menerbitkan banyak izin usaha pertambangan, kontrak karya, migas, dan lain-lain, produksinya bayar, harusnya bayar pajaknya juga cukup lah, " tegas Sri Mulyani. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login