IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pemerintah Beri Insentif Eksplorasi dan Eksploitasi Migas

Pemerintah Beri Insentif Eksplorasi dan Eksploitasi Migas

Written By Indopetro portal on Friday, 6 January 2017 | 11:39

indoPetroNews- Kebijakan Energi Nasional yang dituangkan dalam Perpres Nomor 5 tahun 2006 telah menetapkan bahwa pada 2025 penggunaan minyak bumi dalam bauran energi (energy mix) nasional akan dikurangi dari 46% pada 2013 menjadi 25% pada 2025. Sebaliknya, untuk penggunaan gas bumi dalam bauran energi diharapkan akan meningkat dari 18% pada 2013 menjadi 22% pada 2025.

"Walaupun persentasenya turun, kebutuhan minyak bumi pada 2025 diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 1,34juta BPOD, sedangkan untuk gas bumi sebesar 11,2 BSCFD," kata Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, dalam satu diskusi pada Kamis (5/1/2017) di Jakarta. Mengingat jumlah cadangan migas yang terbatas, pemerintah telah membuat program perencanaan sebagai dasar strategi bagi tercapainya produksi migas sesuai dengan proyeksi kebutuhan energi nasional pada 2025.

Untuk memenuhi sasaran jangka panjang (2016 - 2025) yaitu total produksi migas sebesar 8,05 BOEPD yang terdiri dari 1,4 juta BOEPD untuk produk minyak bumi dan 6,75 BOEPD untuk produksi gas bumi, ungkap Mardiasmo, beberapa terobosan telah diambil pemerintah melalui sarana kebijakan dan strategi pencapaian

"Beberapa poin kebijakan diantaranya efisiensi birokrasi dan efektivitas regulasi menegakkan kepastian hukum dalam kegiatan hulu migas," ucapnya. Selain itu, pemberian insentif bagi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. "Kementerian Keuangan akan memberikan insentif fiskal. Supaya nilai keekonomiannya bisa naik. lnsentif fiskal yang dimaksud yaitu berupa keringanan pajak baik itu pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPn) maupun pajak bumi dan bangunan PBB," tandasnya.

Selain itu, ketika proyek masih tahap eksplorasi, Kementerian keuangan juga akan memberikan sejumlah insentif.

Sementara itu, strategi pemerintah untuk menggairahkan iklim investasi migas nasional, dengan meningkatkan kegiatan G&G dan survei umum di wilayah terbuka, penawaran Wilayah Kerja baru, optimalisasi komitmen eksplorasi dan eksploitasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS), mempercepat persetujuan Plan of Development (PoD), Work Plan and Budget (WP&B), Authorization  for Expenditure (AFE) dan pengadaan barang operasi. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login