IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Wamen ESDM Akui Harga EBT Terlampau Mahal

Wamen ESDM Akui Harga EBT Terlampau Mahal

Written By Indopetro portal on Thursday, 5 January 2017 | 10:05

indoPetroNews- Mahalnya harga listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebabnya tidak tunggal sehingga membuat cost investasi menjadi mahal. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, seusai menggelar rapat dengan jajarannya untuk mencari tahu penyebab mahalnya listrik tenaga surya di Indonesia, pada Selasa (3/1/2017) di Jakarta.

Mantan Menteri ESDM yang menjabat 20 hari ini mengutarakan, terdapat berbagai faktor yang membuat biaya investasi untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia menjadi mahal. Sayangnya, Arcandra enggan membeberkan sumber penyebab melonjaknya harga listrik EBT.

"Tadi saya baru meeting soal itu, mencari mana komponen biaya yang paling besar. Nanti saya kasih penjelasan kenapa. Banyak faktornya yang membuat cost investasi jadi mahal," kata Arcandra.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi, mensinyalir mahalnya harga listrik dari energi terbarukan di Indonesia mahal akibat adanya makelar. Saat ditanyakan soal tersebut, Arcandra tidak membantah tapi juga tak membenarkannya. "Nanti lah itu ya," katanya, datar.

Sementara itu, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menduga biaya investasi untuk membangun PLTS di UEA bisa murah karena lahan digratiskan oleh pemerintahnya.

"Penyebabnya adalah di UEA tidak ada aturan soal Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimum untuk pembangunan PLTS. Investor boleh saja menggunakan 100% komponen impor untuk PLTS," kata Rida kepada wartawan, Rabu (4/1/2017) di Jakarta.

Berbeda dengan Indonesia yang mewajibkan penggunaan produk-produk dalam negeri dalam tingkat tertentu. Selain itu, lanjut Rida, bunga kredit di UEA rendah. Ini membuat investasi untuk pembangunan PLTS bisa balik modal lebih cepat.

Hal lainnya, soal insentif untuk pembangunan PLTS. "Kemungkinan pemerintah UEA memberikan fasilitas pembebasan pajak. Perizinan untuk membangunnya juga dibuat praktis," ujar Rida. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login