IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » BAPETEN Terbitkan Izin Tapak RDE Awal 2017

BAPETEN Terbitkan Izin Tapak RDE Awal 2017

Written By Indopetro portal on Tuesday, 7 February 2017 | 14:12

indoPetroNews- Pada 2014, sebagaimana telah dipublikasikan di media massa, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah melaunching rencana pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang berlokasi di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Berbeda dengan ketiga reaktor sebelumnya yang fungsinya untuk riset dan memproduksi radioisotop, RDE adalah reaktor nuklir yang digunakan untuk eksperimen dalam penguasaan teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

"RDE memiliki arti penting bagi Indonesia sebagai tahapan menuju kemandirian teknologi pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga nuklir," kata Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto kepada sejumlah media pada Selasa (7/2/2017) di Serpong, Banten.

Menurut Djarot, RDE memiliki kapasitas daya 10 Megawatt thermal atau sekitar 3,3 Megawatt bila sudah dikonversi menjadi listrik. Reaktor ini termasuk dalam kategori PLTN mini karena penggunaannya masih sebatas eksperimen. "Dengan dikuasainya teknologi RDE, Indonesia akan memiliki kemampuan dalam mengembangkan teknologi PLTN dengan skala yang lebih besar, sehingga mengurangi tingkat ketergantungan pada negara lain," katanya.

Pengalaman dalam membuat desain, lanjut Djarot, penyusunan dokumen perizinan, manajemen pembangunan dan pengoperasian reaktor daya listrik merupakan proses pembelajaran yang sangat baik dan dapat digunakan sebagai modal dasar untuk melaksanakan pembangunan PLTN dengan daya yang lebih besar.

Setelah melalui proses yang panjang, imbuh Djarot, akhirnya izin tapak RDE diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Dimulai dari tahap penyusunan dokumen Program Evaluasi Tapak (PET) dan Sistem Manajemen Evaluasi Tapak (SMET) tahun 2014 yang disampaikan ke BAPETEN untuk memperoleh persetujuan evaluasi tapak.

"Persetujuan evaluasi tapak RDE diberikan oleh BAPETEN pada awal tahun 2015. Kemudian pada tahun 2015 dilaksanakan evaluasi tapak yang dilanjutkan dengan penyusunan dokumen Laporan Evaluasi Tapak (LET) untuk memenuhi persyaratan izin tapak," paparnya. Paralel dengan pelaksanaan evaluasi tapak, dilakukan penyusunan konseptual design RDE. Seluruh dokumen persyaratan izin tapak disampaikan ke BAPETEN sebagai Badan Regulator pada bulan November 2015.

Setelah melalui berbagai review dan perbaikan, tambah Djarot, akhirnya BAPETEN menerbitkan izin tapak RDE pada awal tahun 2017. Dalam melaksanakan evaluasi tapak, BATAN melibatkan institusi yg berkompeten, yakni Pusat Survei Geologi Kementerian ESDM, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, BMKG, UI, dan ITB.

Tahap selanjutnya adalah menyusun dokumen Basic Design yang akan dijadikan dasar untuk penyusunan dokumen persyaratan pengajuan izin untuk melakukan pekerjaan kontruksi. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login