IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Menunggu Kebijakan Trump Soal Biodiesel

Menunggu Kebijakan Trump Soal Biodiesel

Written By Indopetronews on Monday, 6 February 2017 | 10:22

indoPetroNews- Kampanye pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) tidak hanya melanda Indonesia. Amerika Serikat pun telah mengembangkan biodiesel dari sawit yang diekspor dari Indonesia. Sayangnya, saat ini menunggu kebijakan dari Presiden Donald Trump. Apa hubungan biodisel dengan Trump?

“Ekspor sawit Indonesia untuk pasar Amerika Serikat (AS) masih didominasi untuk biodiesel. Kita menunggu kebijakan Presiden Donald Trump apakah dia masih peduli dengan lingkungan. Karena Biodiesel di AS juga disubsidi. Kalau Trump mengambil kebijakan menghapus subsisi biodiesel maka bisa-bisa penjualan kita akan terganggu,” kata Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertamian Indonesia (PEPI) Bayu Krisnamurthi pada Sabtu (4/2/2017) di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

Menurut mantan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit ini, ekspor sawit Indonesia telah merambah ke Cina, India, Pakistan, dan Belanda. “Sekarang tumbuh pasar baru yang cukup kuat, seperti Rusia, Spanyol dan Italia. Tumbuh pula permintaan dari negara-negara Persia, seperti Iran, Irak dan negara-negara Timur Tengah. Ini pasar-pasar yang potensial untuk digarap di masa mendatang,” paparnya.

Lebih jauh dia menyatakan pada 2017 Jepang dan Korea Selatan meminta banyak sekali biomassa dalam bentuk cangkang dan bungkil sawit. “Banyak sekali permintaan-permintaan baru dari negara-negara itu untuk kemudian dijadikan sebagai energi. Saya pikir ke depan, prospek dari kelapa sawit akan makin baik,” tandasnya

Dijelaskan permintaan cangkang dan bungkil sawit dari Jepang dan Korea Selatan berjumlah total 30 juta ton per tahun untuk biomassa. “kita baru mengekspor 5,1 sampai 5,2 juta ton. Jadi, prospeknya masih sangat besar,” katanya.

Senilai berapa harganya? “Saya kira harganya beragam. Tapi saya boleh sebut kalau sekarang harga cangkang kosong itu kurang lebih sekitar 40 USD per ton. Ini bisnis sangat bagus,” ucapnya. Selama ini cangkang hanya jadi limbah dan dibuang, sebab tidak ada nilainya. Padahal cangkang dan bungkil sawit untuk bahan campuran batubara.

Dia berharap dan menganjurkan pengusaha lokal belajar dari permintaan Jepang dan Korea Selatan untuk membangkitkan investasi di pemanfaatan biomassa. “Mereka menggunakan itu untuk mendapatkan clean energy. Kenapa kok kita harus jual clean energy kita yang melimpah kemudian kita mengimpor dirty energy. Jadi, yang harus dilakukan justru adalah membangun pembangkit listrik berbasis biomassa yang lebih banyak di dalam negeri. Karena itu barang punya kita,” tegas Bayu. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login