IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » PHE WMO Sabet PROPER Emas di KLHK

PHE WMO Sabet PROPER Emas di KLHK

Written By Indopetro portal on Wednesday, 8 February 2017 | 16:27

indoPetroNews- PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) meraih penghargaan peringkat Emas dalam keikutsertaan di Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2016.

PHE WMO juga merupakan satu-satunya perusahaan minyak dan gas bumi (migas) EP lepas pantai (offshore) yang mendapatkan PROPER emas sekaligus peraih nilai tertinggi untuk sektor Migas EP. Penghargaan PROPER ini diterima oleh President/General Manager PHE WMO Sri Budiyani dari Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Jusuf Kalla dalam acara Penyerahan Penghargaan Anugerah Lingkungan PROPER yang diselenggarakan di Gedung II, IstanaWakil Presiden RI di Jakarta, pada Rabu (7/12/2016).

PROPER adalah program yang diinisasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan yang bertujuan mendorong perusahaan untuk menaati peraturan perundang-undangan melalui insentif dan disinsentif reputasi; dan mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya untuk menerapkan produksi bersih (cleaner production).

Terdapat 5 kategori peringkat PROPER yaitu Hitam, Merah, Biru, Hijau dan Emas. Kategori Emas merupakan peringkat tertinggi dalam PROPER yang diberikan kepada perusahaan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan (environmental excellency) dalam proses produksi dan/atau jasa, melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. Pengelolaan aspek lingkungan dinilai berdasarkan program pencegahan pencemaran, sistem manajemen lingkungan, pengelolaan sampah dengan 4R (Reduce, Reuse, Recycle dan Recovery) dan efisiensi pemanfaatan energi, perlindungan keanekaragaman hayati, dan upaya mendorong bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sebelumnya PHE WMO telah mendapatkan PROPER Hijau secara berturut - turut sejak tahun 2013.

"Upaya untuk meraih prestasi ini dilakukan melalui program berkelanjutan untuk memaksimalkan kinerja pengelolaan lingkungan dan pengembangan masyarakat," kata Sri Budiyani kepada indoPetroNews.Com pada Rabu (8/2/2017) di Jakarta. Upaya ini tidak dapat dilakukan secara instan serta memerlukan komitmen dan partisipasi seluruh fungsi, mulai dari management puncak, pekerja dan mitra kerja dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan program-program kerja terkait sistem manajemen lingkungan, pemanfaatan sumber daya dan pengembangan masyarakat.

Salah satu program efisiensi energi yang dilakukan adalah TTS – (Taxi to Shuttle) Boat Fleet Management System. Progam yang juga mendapatkan penghargaan dari SKK Migas ini dilakukan untuk menurunkan pemakaian fuel pada proses pengiriman barang dan trasportasi personal dari Onshore ke lapangan lepas pantai (Offshore) dan sebaliknya. Melalui program ini PHE WMO juga dapat menurunkan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 1.606,03 Ton CO2/Tahun. PHE WMO juga meraih Rekor MURI sebagai perusahaan minyak & gas satu-satunya dan yang pertama di Indonesia yang perhitungan beban emisi telah terstandarisasi dengan sertifikasi ISO 14064.

Sejak 2013 PHEWMO juga telah mengembangkan Area Konservasi Mangrove di area Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Kaba paten Bangkalan Madura. Dengan melibatkan masyarakat, maka terdapat perubahan sudut pandang dan pola pikir masyarakat mengenai ekosistem mangrove sehingga timbulnya kesadaran akan pentingnya fungsi mangrove dalam menjaga ekosistem lpantai.

Sebelum program konservasi mangrove berjalan, desa ini memiliki tingkat kekritisan mangrove yang paling tinggi dibanding desa lain di sepanjang pesisir utara Bangkalan. Banyak penduduk melakukan pembalakan terhadap ekosistem mangrove di Labuhan, khususnya untuk mangrove jenis Sentigi atau Pemphis acidula, karena jenis ini memiliki nilai ekonomi untuk dijadikan bonsai dan memiliki nilai magis untuk kebutuhan supranatural menurut kepercayaan setempat.

Hal ini menyebabkan kondisi mangrove rusak hingga daya dukung lingkungan menurun sangat signifikan. Tak pelak jika Desa Labuhan juga termasuk wilayah dengan tingkat abrasi yang tinggi di delapan desa dari Kecamatan Sepulu.

Kerusakan pesisir ini menggugah PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) untuk menyelamatkan ekosistem, masyarakat, dan mengembangkan usaha di tepi pantai melalui Aksi Konservasi Mangrove berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pesisir atau disebut ‘Si Komo Pasir’. PHE WMO merangkul warga dan pemerintah daerah untuk menghijaukan kembali lahan seluas 7 hektar dengan menanam pohon mangrove dan cemara laut. Aksi konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat menekankan peranan masyarakat sebagai kunci keberhasilan program.

Melalui program ini, PHE WMO mengembangkan Taman Pendidikan Mangrove Labuhan bersama Kelompok Tani Mangrove Cemara Sejahtera. Masyarakat setempat tidak lagi memiliki kebiasaan menebang pohon atau hanya terlibat saat penanaman bibit saja, tetapi juga diberi kesempatan mengikuti pelatihan dari sejak kegiatan pembibitan, siap tanam, hingga penjualan kepada pihak yang membutuhkan. Program Taman Pendidikan Mangrove telah memberikan manfaat bagi 16 KK sebagai pengurus, 63 KK Gapoktan Labuhan sebagai anggota, dan 1150 lebih penerima tidak langsung. Secara ekonomi, terjadi peningkatan pendapatan sebesar 110% dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini Taman Pendidikan Mangrove menjadi kawasan wisata baru yang berhasil menarik pengunjung bukan hanya wisatawan lokal tapi juga mancanegara. Lebih dari itu, program ini juga berhasil meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitar dengan tumbuhnya lebih dari 14 kelompok usaha kecil.

Selain itu adanya ekosistem mangrove yang baik membuat fauna endemik dan dilindungi bahkan burung migran dapat singgah di area TPM Mangrove Labuhan yang sebagian besar burung tersebut memiliki status perlindungan baik skala nasional maupun internasional.

Di Desa Sidorukun Gresik, PHE WMO melakukan kegiatan pengembangan masyarakat berupa pengelolaan dan pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang kemudian melahirkan inovasi program berupa pemanfaatan air IPAL untuk pengembangan usaha ekonomi masyarakat seperti budidaya lele, pengembangan tanaman hidroponik, green house dan komposter. Sejak kegiatan digulirkan pada tahun 2012 hingga akhir tahun 2016, PHE WMO telah melakukan pembangunan dan pengembangan infrastruktur penguatan kelembagaan kelompok pengelola IPAL, serta peningkatan kapasitas kelompok dalam pengelolaan usaha masyarakat berbasis IPAL.

Melalui program Kampung Hijau Sumber Rejeki, masyarakat ikut merasakan tumbuh dan berkembang bersama PHE WMO. Dari aspek Economy, pemanfaatan hasil olahan air domestik di IPAL memberikan penghasilan tambahan sekitar 2,5 juta rupiah dari usaha lele. Jumlah penderita demam berdarah, diare, dan dermatitis juga turun 49% karena kondisi sanitasi semakin baik.

Progam pengembangan masyarakat lainnya adalah Konservasi & Replikasi Sumber Daya Air Bersih di Desa Bandangdajah, Kec. Tanjungbumi, Bangkalan. Program ini merupakan kelanjutan dari Program Air Bersih yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan pencapaian berupa kemandirian kelompok pengelola air bersih oleh HIPPAM (Himpunan Pengelola dan Pengguna Air Minum) ‘Sumber Barokah’ Desa Bandangdajah yang beranggotakan 400 Kepala Keluarga.

Sebelumnya, penduduk harus membawa jirigen untuk mendapatkan air dengan jarak tempuh 3km, kini mereka dapat menikmati air bersih langsung dari rumah. Program ini sangat berpihak terhadap kaum marjinal. Hal ini dapat dilihat dari kelonggaran yang diberikan HIPPAM kepada masyarakat kurang mampu untuk melakukan pembayaran air melalui iuran non-tunai dengan hasil bumi, seperti pisang, kacang tanah, atau ketela. Program ini juga menghasilkan kader lingkungan yang telah membuat 265 biopori untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya air dan berhasil mengembangkan akses air bersih di 3 desa terdekat.

Keberhasilan PHE WMO meraih penghargaan ini menunjukkan kuatnya komitmen perusahaan untuk melestarikan lingkungan hidup sebagai salah satu tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. "Komitmen kami kepada lingkungan hidup dan sosial tak pernah berubah dan kami jalankan secara konsisten," tandas Sri Budiyani. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login