IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Raja Salman Mau Lego 5% Saham Aramco ke Indonesia

Raja Salman Mau Lego 5% Saham Aramco ke Indonesia

Written By Indopetronews on Monday, 27 February 2017 | 16:00

indoPetroNews- Raja Arab Saudi, H.M. Khadimul Haraman Al-Syarifain King Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada tanggal 1 - 9 Maret 2017. Lawatan pertama kali Raja Arab Saudi sejak tahun 1970 ini merupakan kunjungan balasan, setelah sebelumnya Presiden Jokowi mengunjungi Arab Saudi pada 2015.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada 21 Februari lalu menjelaskan bahwa Kerajaan Arab akan membawa rombongan 1.500 orang, 10 menteri, dan 25 pangeran.

Posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia mempunyai peran penting di kawasan Asia Tenggara. Indonesia termasuk deretan 10 negara ekonomi baru. Oleh karena itu, Arab Saudi memandang penting Indonesia dari sisi ekonomi.

Rezim Al Saud hendak menjual lima persen saham perusahaan minyak ARAMCO kepada Indonesia. Selain itu, kedatangan raja Salman ke Indonesia juga bertujuan untuk menarik investasi dari perusahaan dan perbankan di sektor industri non-migas demi mengurangi ketergantungan Riyadh terhadap sektor minyak negara itu.

Sebagai catatan, Aramco adalah perusahaan minyak yang awalnya bernama Standard Oil Company of California (SOCAL) yang mendapat konsesi minyak di Timur tengah tahun 1930. Ketika awal beroperasi, Perang Dunia II pecah, dan Presiden Roosevelt berusaha untuk menasionalisasi SOCAL namun digagalkan oleh Kongress karena lobby Yahudi. Kemudian SOCAL melibatkan Texaco yang kemudian menjadi CALTEX . Untuk memperluas operasi bisnis minyak tersebut, bergabung lagi perusahaan Standard Oil of New Jersey (Exxon) dan Standard Oil of New York (Mobil). Aliansi ini disebut dengan Arab America Corporation (ARAMCO), yang kini tumbuh menjadi perusahaan minyak terbesar didunia. Semua perusahaan itu pendirinya adalah Yahudi, yang bermitra dengan BUMN Arab Saudi.

Selama beroperasi ARAMCO menjadi perusahaan tertutup. Namun kini terbuka kepada publik untuk di lepas. Mengapa? Karena minyak bukan lagi produk strategis sejak di temukannya energi alternatif. Sebagai solusi, diperlukan restrukturisasi bisnis atau bangkrut. Rencana bisnis kedepan adalah melakukan diverifikasi investasi, dengan sumber dana melalui pelepasan saham ke publik. Sehingga porsi business kelak tidak lagi 100% tergantung kepada minyak.

Selain masalah ekonomi, kunjungan Raja Salman bersama rombongan juga berupaya menarik simpati dari rakyat Indonesia. Termasuk dengan menggelontorkan bantuan untuk sektor migas, agama, pendidikan dan sosial, terutama pembangunan dan renovasi masjid dan sekolah Islam.

Rombongan Raja berjumlah 1000 orang ini berlangsung pada saat berbagai kebijakan politik rezim Al Saud di kawasan Timur Tengah membentur dinding, dan kini Riyadh membutuhkan dukungan lebih besar dari publik dunia, terutama negara Muslim. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login