IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » EBT di KTI Sejatinya Menarik Investor

EBT di KTI Sejatinya Menarik Investor

Written By Indopetro portal on Tuesday, 14 March 2017 | 15:15

indoPetroNews- Meski potensi sumber daya Energi Baru Terbarukan (EBT) di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sangat tinggi, namun dipastikan investasi EBT dikawasan ini tak akan menarik. Apa alasannya?

"Minus insentif dan regulasinya juga tidak mendukung," tegas Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H.Andi Rukman Karumpa kepada wartawan, Selasa (15/3/2017) di Jakarta. Padahal potensi EBT di KTI besar.

Selain minus insentif, imbuhnya, regulasi yang dikeluarkan kementerian terkait juga tidak bersahabat bagi investor atau IPP (independent power producer).

Andi mengatakan, pihaknya menghargai keluarnya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 12/2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan bagi Penyediaan Tenaga Listrik. Di sana juga ditegaskan, kewajiban PLN membeli listrik dari EBT. Namun semangat dari Permen ini, menurut Andi, hanya bagaimana PLN bisa membeli listrik semurah mungkin dari IPP.

Permen ini tidak memberikan rangsangan yang cukup bagi IPP untuk berinvestasi. “Semangat Permen hanya bagaimana membeli murah. Tapi tidak dipikirkan bagaimana produksinya menjadi lebih murah lagi, sehingga marginnya menarik bagi pengusaha,” ujar Andi.

Andi mengatakan, investasi EBT di KTI mesti dibuat semenarik mungkin, sebab biaya investasi di KTI sangat mahal, sebab keterbatasan infrastruktur, Sumber Daya Manusia, beratnya medan yang dilalui ditambah lagi cost of fund yang besar serta perbankan menilai risiko di KTI sangat tinggi. “Sebab itu, investasi di KTI ini jangan disamakan dengan wilayah lain, apalagi disamakan dengan Timur Tengah yang buminya semuanya datar dan tanahnya gratis, bunga banknya cuma 3 persenan,” tandas Andi.

Sebagai catatan, pemerintah melalui Kementerian ESDM, akan menekan tarif listrik EBT semurah mungkin. Dalam Permen ESDM Nomor 12/2017 disebutkan tarif EBT sebesar 85% dari Biaya Pokok Penyediaan (BPP) daerah tempat pembangkit listrik EBT dibangun.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya berpatokan pada tarif listrik pembangkit listrik EBT di Arab Saudi yang bisa mencapai US$ 2,99 sen per kwh. Pemerintah Arab Saudi kemudian memberikan sejumlah insentif bagi pengembangan listrik EBT, di antaranya pemberian lahan gratis dan insentif pajak. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login