IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » eSPeKaPe Pertanyakan Komitmen Menteri Jonan Soal Ketahanan Energi

eSPeKaPe Pertanyakan Komitmen Menteri Jonan Soal Ketahanan Energi

Written By Indopetro portal on Tuesday, 21 March 2017 | 10:12

indoPetroNews- Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) meragukan komitmen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan terhadap ketahanan energi. Pasalnya, Menteri Jonan mempersilakan Pertamina menawarkan share down 39 persen saham maksimum. Bahkan ia juga membolehkan BUMN bidang energi ini operatornya dilanjutkan Total E&P Indonesie.

“Pernyataan Jonan sangat berbahaya bagi kedaulatan energi nasional. Sebab sebelumnya sudah banyak pihak, termasuk pihak eSPeKaPe yang memperjuangkan agar pengelolaan Blok Mahakam benar-benar dikuasai sepenuhnya oleh PT Pertamina (Persero),” kata Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi Hutabarat dalam keterangannya kepada pers, Senin (20/3/2017) di Jakarta. Oleh sebeb itu, ia berharap Menteri Jonan jangan bermain-main soal Blok Mahakam yang hampir setengah abad dikuras oleh perusahaan asing asal Perancis tersebut.

"Siapa pun yang mencoba-coba meneruskan hak pengelolaan Blok Mahakam kepada Total E&P, seraya meremehkan kemampuan Pertamina yang milik dan kebanggan bangsa sendiri, sangat pantas dipertanyakan integritas dan komitmennya terhadap kemandirian bangsa dalam hal ketahanan energi nasional, Siapa pun itu. Tidak terkecuali buat Jonan selaku Menteri ESDM sekalipun," lanjut Binsar Effendi.

Menurut Binsar Effendi yang juga Ketua Dewan Penasehat Mabes Laskar Merah Putih (LMP), alasan Jonan mengisyarakatkan Total E&P diizinkan mengelola kembali Blok Mahakam demi mempertahankan produksi adalah sebagai alasan yang sebenarnya meremehkan kemampuan anak negeri sendiri seperti yang berhimpun dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).

“Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam sendiri optimistis jika investasi Pertamina yang lebih dini di Blok Mahakam, justru bisa menahan laju penurunan produksi. Pengeboran sumur baru bakal berjalan mulai kuartal kedua, sehingga produksi gas bisa dimulai tahun depan,” katanya.

Oleh sebab itu, pihak eSPeKaPe, mengecam pernyataan Menteri Jonan soal Blok Mahakam yang memperbolehkan Pertamina menjadi operator bersama Total E&P atau operatornya Blok Mahakam dilanjutkan Total E&P. “Ini sama artinya, Menteri Jonan masih miskin jiwa nasionalismenya. Kami pun mendukung rencana aksi FSPPB untuk menyuarakan aspirasinya itu dalam waktu dekat ini,” katanya geram.

Ia juga berharap Presiden Jokowi segera menerbitkan Peraturan Pertamina (PP) tentang pengelolaan Blok Mahakam oleh Pertamina dengan pemilikan saham sebesar 90 persen dan 10 persennya diserahkan kepada BUMD Kalimantan Timur, agar ada kepastian untuk Pertamina mengelolanya.

“Pertamina dan BUMD Kaltim selanjutnya sudah harus membentuk konsorsium guna mengopersikan Blok Mahakam, tanpa perlu lagi adanya partisipasi perusahaan swasta pemburu rente sebagai penumpang gelap yang masih saja gentayangan,” tandas Binsar Effendi. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login