IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Investor Butuh Kepastian Iklim Bisnis dan Investasi Migas

Investor Butuh Kepastian Iklim Bisnis dan Investasi Migas

Written By Indopetro portal on Friday, 24 March 2017 | 16:09

indoPetroNews- Melemahnya harga minyak di pasar dunia dan lesunya aktivitas eksplorasi hulu minyak dan gas bumi menyebabkan rendahnya penemuan cadangan baru (reserve replacement ratio). Hal ini berpotensi memperburuk masa depan industri migas Indonesia.

"Produksi amat bergantung pada beberapa sumur tua yang umumnya merupakan bagian PSC tahun 70-an dan 80-an," kata Yustinus Prastowo,
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) kepada wartawan, Jumat (24/3/2017) di Jakarta. Di sisi lain, Indonesia menghadapi tantangan perebutan modal atau investasi yang semakin terbatas dengan negara-negara penghasil minyak lainnya sehingga kompetisi penarikan investasi menjadi semakin ketat.

Untuk itu, lanjutnya, situasi ini menuntut integrasi kebijakan yang menjadi terciptanya 3C (certainty, clarity, consistency) di bidang fiskal. "Karena keputusan investasi juga bergantung pada kebijakan pro-bisnis, lingkungan bisnis yang kompetitif, stabilitas politik dan regulasi, kejelasan dan kepastian hukum, serta kebijakan fiskal yang menjadi faktor penentu besaran investasi dan tingkat imbal hasil (rate of return)," katanya. Faktanya, imbuh Yustinus, masih terdapat beberapa disinsentif fiskal yang dirasakan oleh industri hulu migas seperti pembatasan cost recovery; pengenaan pajak tidak langsung yang eksesif; intervensi aturan di luar kontrak, inefisiensi mekanisme reimbursement PPN, cost of administration yang tinggi, dan sebagainya. "Salah satu masalah utama adalah ketiadaan ketentuan assume and discharge yang menciptakan ketidakstabilan dan ketidakpastian hukum (stabilization clause)," tandasnya.

Pada prinsipnya, katanya, investor migas membutuhkan jaminan kepastian akan iklim bisnis dan investasi di masa mendatang (fiscal stabilization clause) karena akan berinvestasi dalam jumlah yang sangat besar dan jangka waktu yang panjang. Klausul ini berarti kebijakan fiskal berperan sebagai instrumen yang mampu memberikan kepastian hukum, mendukung iklim investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produktivitas, konsisten dan stabil, melalui administrasi yang sederhana, mudah dilaksanakan dan murah (cost of compliance yang efisien). Pertimbangannya adalah sektor ini membutuhkan investasi yang sangat besar dan jangka waktu yang panjang sehingga memiliki potensi risiko yang tinggi (high risk).

Dengan demikian, katanya, diharapkan dapat mencapai solusi konkret yang lebih komprehensif, tanpa perlu memperhadapkan kepentingan nasional dengan kepentingan bisnis, karena keduanya adalah dua sisi yang sama pentingnya bagi pembangunan nasional. Hal ini sekaligus sebagai bentuk dukungan bagi persiapan BUMN yang kelak akan menjadi pihak yang mengusahakan pertambangan, agar terlindungi oleh kebijakan pemerintah, mempraktikkan good governance, dapat dijamin kesinambungan bisnisnya, dan pengusahaan ini menjamin bahwa kemakmuran itu dinikmati seluruh rakyat Indonesia. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login