IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Jika Elia Dirut Pertamina, Ini Musibah Dunia Migas

Jika Elia Dirut Pertamina, Ini Musibah Dunia Migas

Written By Indopetronews on Wednesday, 15 March 2017 | 15:43

indoPetroNews- Bila Elia Massa Manik, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dilantik menjadi Dirut PT Pertamina (Persero) maka ini benar benar musibah bagi dunia minyak dan gas (migas) Indonesia. Mengapa?

"Track record yang bersangkutan, sepanjang yang kami ketahui saat di Elnusa dan sebagai Dirut Holding Perkebunan, tidak punya kinerja yang mentereng sehingga pantas untuk duduk sebagai Direktur Utama Pertamina," kata Noviandri, Presiden FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) kepada sejumlah media, Rabu (15/3/2017) di Jakarta. Pertamina sebagai perusahan migas terbesar saat ini sedang mempuyai kinerja yang sangat baik (membukukan keuntungan lebih dari 3 milyar dollar AS dan pajak besar) yang disetorkan ke negara.

Walaupun demikian, kata Noviandri, pihak federasi sangat paham bahwa kewenangan penetapan Dirut Pertamina berada di tangan pemerintah, dalam hal ini menteri BUMN atau mungkin Presiden. "Tapi kewenangan yang dimiliki Pemerintah mestinya juga mempertimbangkan masukan stakeholder lainnya, salah satunya adalah pekerja Pertamina yang bergabung dalam FSPPB. Federasi tidak menolak adanya Dirut dari luar Pertamina," kata Noviandri. Sebab BUMN bidang energi ini juga berpengalaman dengan Dirut dari luar Pertamina. Ada yang kinerjanya bagus, ada pula yang tidak.

Dia menegaskan, pihak federasi menginginkan posisi Dirut Pertamina sejatinya dipegang oleh mereka yang paham bisnis migas, termasuk memiliki networking ke dunia international khususnya Migas. "Kegiatan migas tidak bisa lagi bicara domestik dan Dirut Pertamina yang baru tidak ada waktu lagi untuk belajar. Dia harus sudah punya visi. Begitu dia dilantik dia harus mampu tancap gas. Dan hal ini tentunya belum dimiliki oleh Elia," tegas Noviandri.

Lebih jauh Noviandri menjelaskan bahwa Pertamina adalah BUMN besar dan penghuni 100 Furtune. Karena itu, lanjutnya, Pemerintah tidak bisa lagi coba coba dalam penempatan Dirut Pertamina seperti yang lalu. "Kalau kedatangan beliau ke Pertamina untuk melakukan unbundling, mensukseskan holding migas atau menjual Pertamina ke pihak lain atau hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan pengembangan Pertamina tentunya dia akan banyak menghabiskan waktu dan tenaganya untuk berhadapan dengan Pekerja," tegasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Noviandri, pihak federasi minta Pemerintah, dalam hal ini Menteri BUMN, Menteri ESDM dan Presiden RI untuk berfikir ulang dan hati hati dalam menentukan Dirut Pertamina yang baru supaya energy bangsa ini tidak tersita dengan hal- hal yang tidak perlu. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login