IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pemerintah Gandeng Andritz Hydro Kembangkan EBT

Pemerintah Gandeng Andritz Hydro Kembangkan EBT

Written By Indopetro portal on Wednesday, 29 March 2017 | 19:20

indoPetroNews- Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), khususnya energy hydro, di tengah menipisnya cadangan energi berbasis fosil sedang gencar-gencarnya digalakkan oleh pemerintah. Salah satunya strateginya dengan menggandeng pihak swasta. Siapa mereka dan bagaimana track recordnya?

"Kita terus mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air/Hydro (PLTA) di Indonesia. Perusahaan kita sudah bekerja sama dengan PT PLN (Persero) maupun swasta," kata Hari Hartono, Installation & Service Division Manager PT Andritz Hydro kepada sejumlah wartawan, Rabu (29/3/2017) di Jakarta. Apalagi, PLTA sudah banyak terpasang di Indonesia, mulai dari penstock; automation, control & protection; electric power system; generator dan turbine.

Perusahaan asal negeri Austria ini juga sudah familiar dalam melayani maintenance untuk IPP yang menggunakan mesin PLTA miliknya hingga 24 bulan.

Apalagi PT Andritz Hydro ini secara mayoritas, yaitu 70 persen bermain di PLTA. "Mayoritas kita suppprt di PLN, karena yang besar-besar seperti Cirata I dan II 2x125 MW itu PLN," kata Hari.

Selanjutnya Hari menyatakan, "Kalau kita kirim paket ke PLN itu mulai Penstock, Generator; Automation, Control & Protection; Electric Power System; dan Turbine, kita Support semua, kecuali trafo dan ditribusi serta jaringan transmisinya".

Pihak perusahaan, lanjut Hari, juga membawa berbagai macam teknologi pembangkitan hydro. Sebut saja misalnya, Generator; Automation, Conttol & protection; Electric power System; dan Turbine, pembangkit listrik tenaga air Bungin 2x1,5 MW, Lubuk Gadang 2x4 MW, Segara 1 2x2,5 MW, Cianten 1 2x1 MW, Cianten 2x2,5 MW. Hal itu dikembangkan oleh IPP.

Sementara untuk pembangkit listrik arus laut, kata Hari, pihak Andritz Hydro memilih daerah yang cocok untuk dibangun pembangkit listrik tersebut, yakni di wilayah Indonesia Timur. "Sebab di sana arusnya harus satu arah dan kecepatannya ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi," ujarnya. Daerah lain yang cocok untuk dikembangkan pembangkit listrik arus laut, adalah Selat Bali, perbatasan antara Jawa Timur dengan Bali. Daerah tersebut cocok di pasang ditengah-tengah.

Sebagai catatan, Andritz Hydro telah memasang tenaga arus laut di negara lain, seperti di Norway dan di Swiss, dengan kapasitas kecil sekitar 300 KW.

Sementara itu, Maritje Hutapea, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, yang mewakili Dirjen EBTKE, mengatakan bahwa pemerintah telah mentargetkan tinggi penggunaan EBT. "Target pemerintah pasti tinggi dong, karena pemerintah sudah menset up target 23 persen hingga 2025," katanya.

Menurutnya, yang paling cepat memungkinkan untuk dikembangkan pada EBT adalah aspek teknologinya. "Semua teknologi kita kembangkan sekarang, mulai dari hydro, wind, solar, thermal, bio energi, bahkan sekarang samudra energi laut sedang kita eksplor," paparnya. "Dalam RUEN sudah jelas target sebesar 45.000 MW untuk pada tahun 2025," tegasnya. Hal itu terdiri atas energi panas bumi 7.900 MW, bio energi, solar, wind, dan air," tandasnya. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login