IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Proyek 35 Ribu MW Terus Dikebut

Proyek 35 Ribu MW Terus Dikebut

Written By Indopetronews on Friday, 17 March 2017 | 17:48

indoPetroNews- Program pembangunan pembangkit energi listrik berkapasitas 35.000 Megawatt (MW) siap dilaksanakan oleh PLN. Bagaimana progresnya?

Saat ini PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menandatangani proyek kerjasama pembangunan 10 proyek pembangkit dengan kapasitas sebesar 1.825,5 MW bersama dengan kontraktor. Proyek ini disebut-sebut sebagai bagian dari proyek 35 ribu MW. Penandatanganan ini dilakukan pada Jumat (17/3/2017) di kantor pusat PLN, Jakarta.

Proyek itu juga ditandatangani bersamaan dengan enam kontrak pengadaan pembangunan transmisi listrik 500 kilovolt (kV) di jalur utara Jawa dengan panjang 928 kilometer sirkit (kms). Penandatanganan total 16 proyek tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Sofyan Basir dengan didampingi oleh jajaran direksi PLN dengan total investasi Rp21,1 triliun. Rincian, nilai investasi pembangkit Rp13 triliun (belum termasuk PLTD), nilai investasi transmisi Rp2,1 triliun, dan biaya Long Term Service Agreement (LTSA) untuk lima tahun senilai Rp6 triliun.

"Proyek 35 ribu MW akan terus dikebut. Sebagian proyek ini diyakini dapat diselesaikan pada 2018. Mari kita sama-sama bergerak mengejar target yang sudah ditandatangani bersama dalam kontrak tersebut. Tentunya, dengan mengedepankan prinsip tata pengelolaan yang baik, biaya proyek dan kualitas standar mutu yang terbaik," kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, dalam sambutannya pada Jumat (17/3/2017) di kantor pusat PLN Jakarta. Komitmen pemerintah akan didukung oleh PLN untuk merealisasikan penyediaan listrik 35 ribu MW dalam jangka waktu lima tahun dari 2014 - 2019.

Target itu menjadi fokus karena juga telah dikukuhkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, serta penyediaan tenaga listrik daerah terpencil, pulau terluar dan daerah perbatasan berdasarkan surat Kementerian ESDM No. 8261/23/MEM.L/2014 tertanggal 19 Desember 2015.

”Ini dalam rangka memenuhi kekurangan pasokan daya, menggantikan pembangkit BBM eksisting yang tidak efisien, menaikkan rasio elektrifikasi pada daerah yang elektrifikasinya masih tertinggal dan meningkatkan kemampuan pasokan daya untuk daerah perbatasan serta pulau terluar,” tandas Sofyan.

Acara penandatanganan disaksikan oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman, Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Pusat (TP4P) Aditia Warman, Sekretaris TP4P, Yudi Handono, dan Ketua Tim Satgas Pengawal dan Pengaman Proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) dan Saluran Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), lrwan Sinuraya.

Proyek senilai Rp21,1 triliun tersebut terdiri atas:

A. Empat kontrak proyek pembangkitan sebesar 927,5 MW:

1. Proyek PLTGU Muara Tawar Blok 2,3 & 4 Add On Project, 650 MW
2. PLTMG Bangkanai (Peaker) Stage-2, 140 MW
3. MPP Paket 7 (Flores, Nabire, Ternate, dan Bontang), total 100 MW
4. PLTD tersebar Lot I dan Lot ll, total 37,5 MW

B. Enam Surat Penunjukan (LOI/Letter of Intent) proyek pembangkitan sebesar 898 MW:

1. PLTD tersebar Lot IV, total 328 MW
2. MPP Paket 3 (Merauke, Biak, Tj. Selor, Seram, dan Langgur), total 90 MW
3. MPP Paket 4 (Maumere, Bima, dan Sumbawa), total 140 MW.
4. MPP Paket 5 (Bau-Bau, Ambon, dan Jayapura), total 100 MW.
5. PLTG/MG Riau Peaker, 200 MW.
6. PLTMG Kupang Peaker, 40 MW. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login