IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Tiga Ruang Kantor Komut Pertamina Disegel

Tiga Ruang Kantor Komut Pertamina Disegel

Written By Indopetronews on Wednesday, 1 March 2017 | 15:00

indoPetroNews- Kantor Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina disegel oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Aksi penyegelan ini sebagai buntut dari pencopotan dua direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang energi ini beberapa waktu lalu. Bahkan pencopotan kedua direksi tersebut ditengarai sebagai upaya untuk memasukkan pihak-pihak tertentu untuk menjadikan Pertamina sebagai bancakan menjelang Pemilu 2019.

Ruang kantor Komisaris yang disegel, yaitu milik Tanri Abeng (Komut), ruang kantor Arcanda Tahar (Wakil Komut) dan ruang kantor milik Edwin Hidayat Abdullah (Anggota Komisaris).

Menurut Ugan Gandar, Ketua Dewan Penasihat FSPPB, pihak komisaris adalah salah satu yang harus bertanggungjawab atas dicopotnya dua pemimpinan kami. Yang mengusulkan posisi Wadirut adalah komisaris dan semua ditandatangani komisaris kemudian disetujui oleh menteri BUMN," kata Ugan Gandar, kepada sejumlah media, sesaat setelah aksi penyegelan pada Rabu (1/3/2017). Alasan pembentukan dan penambahan posisi Wadirut untuk meningkatkan kinerja profesionalisme.

Namun faktanya, pada perkembangannya, setelah 4 bulan berjalan, terjadi benturan luar biasa antara Dirut dan Wadirut. "Sekarang saya dapat info posisi Wadirut dibatalkan. "Tolong dicari tahu, siapa konsultan yang memberikan masukan ke Komisaris sehingga ada posisi Wadirut. Itu menggunakan konsultan dan tidak murah," tandas Ugan Gandar.

Dia tidak menampik bahwa selama ini posisi Wadirut tidak ada manfaatnya. "Kita melihat posisi Wadirut dengan job yang lebih besar menjadi pertanyaan bagi kami. Kenapa Wadirut selevel dengan Direktur Hulu. Padahal Direktur diambil dari beberapa Direktorat. Antisipasi kami ternyata benar ternyata ada skenario untuk dibenturkan sehingga ada alasan mencopot Dirut dan Wadirut kami," terang Ugan.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pihak Komisaris untuk bertemu dengan pihak FSPPB. "Apakah itu Komut atau Wakomut yang saat ini menjadi Wakil Menteri ESDM," tegas Ugan seraya mengimbuhkan pihaknya melakukan aksi lanjutan yang lebih lagi.

Lebih jauh Ugan menegaskan bahwa saudara Edwin Hidayat Abdullah adalah orang yang paling bertanggung jawab. "Ia memonitor semua kerja Pertamina. Beliau sangat paham. Sebelum Komut ada di sini, Bapak Edwin sudah disini. Edwin yang bertanggungjawab terhadap kinerja ini," ujar Ugan sembari kembali meminta agar pihak Komisaris bertemu dengan FSPPB. "Lebih bagus mereka ketemu kami dulu, kemudian clear-kan dengan kami mengapa menghancurkan kami," ujar Ugan.

Apalagi Presiden Jokowi baru saja memberikan penghargaan pada Dirut dan Wadirut Pertamina tapi beberapa saat kemudian mencopot kedua petinggi Pertamina.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, adalah Dicky Firmansyah, Ketua DPO FSPPB, Ugan Gandar, Ketua Dewan Penasihat FSPPB dan Noviandri, Presiden FSPPB, dan Faisal Yusra, Dewan Penasihat FSPPB serta Arie Gumilar, Sekjen FSPPB. (Sofyan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login